Perjuangkan Keinginanmu

Belum lama ini, saya bertemu dengan teman semasa SMA di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan yang lokasinya tidak jauh dengan tempat dimana saya menyelesaikan studi SMA saya. Saya bertemu dengan 3 orang teman dengan turut serta saya membawa istri tercinta dengan tujuan agar bisa mengenal istri saya dan istri saya juga mengetahui siapa saja teman saya.

Bersyukur rasanya ketika diri ini masih diingat oleh mereka walaupun sudah lama terpisah. Memang ketika kami masih kuliah, kami masih suka untuk bertemu walaupun hanya setahun sekali dikarenakan lokasi kuliah yang memang berbeda-beda, terutama saya yang memang jauh dari ibukota Jakarta ini.

Senang sekali karena teman-temanku sudah menjadi orang yang berbeda dengan pertemuan terakhir kami semasa kuliah. Menjadi fashion designer, calon dokter gigi, dan calon dokter. Seperti biasa, obrolan dimulai dengan langsung bertanya pada sang istri mengapa mau menikah dengan saya. Pertanyaan yang selalu diulang ketika bertemu dengan orang baru bagi istri saya, hehe. Saya hanya tertawa saja mendengar pertanyaan itu berkali-kali.

Lalu entah sedang membicarakan apa, kami kemudian bertanya pada salah seorang teman disitu yang sudah menjalani masa pacaran dengan “kekasihnya” beberapa tahun. Luar biasa rasanya, tahan sekali berpacaran dalam jangka waktu lama.

Kami menanyakan kepadanya kapan akan menikah. Langsung saja dijawab, “kalau gue mah tergantung nyokap bokap gue, cuma dia maunya taun depan. Tapi nyokap gue maunya digelar yang agak besar dengan alasan macam-macam. Pertama, karena gue anak pertama dari tiga. Kedua, karena ortu gue relasinya kan banyak ya, jadinya 2 tahun lagi deh ya, pas uangnya ada nanti, nabung dulu”.

Hehehe. Tersenyum sendiri saya mendengar jawaban darinya. Karena orangtuanya menginginkan sama persis dengan apa yang diinginkan oleh orangtua saya, terutama sang bunda. Sedih juga, karena ternyata keinginan untuk melakukan hal yang sebenarnya mengundang pahala tapi tertunda.

Sahabat, terkadang untuk melakukan hal yang sebenarnya bernilai ibadah itu tidaklah mudah. Pasti banyak tantangan. Bukan hanya untuk urusan ingin menikah, bahkan mengajak solat oranglain saja terkadang sulitnya bukan main. Tapi itulah seninya melakukan hal yang insya Allah akan berpahala.

Allah ingin melihat seperti apa kesungguhan kita dalam meraihnya. Bukan karena Allah melarang. Ingin dapat hasil baik, usaha juga harus keras. Allah membenci orang-orang yang lemah, yang mudah menyerah.

Jadi, apakah kita ingin menjadi orang yang mudah menyerah hanya karena alasan yang sebenarnya alasan itu bisa dihilangkan jika kita mau berusaha??

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar