Pentingkah Kepercayaan??
Uncategorized
May 27, 2015
0

Ada sebuah cerita yang sangat menarik yang ingin saya ceritakan pada tulisan ini. Cerita ini saya dapatkan dari guru saya. Jadi, sebelum saya memulainya, izinkan saya untuk bercerita terlebih dahulu.

“Besok adalah hari ulangtahun istriku, aku akan membelikan sesuatu yang membuatnya menjadi berkesan” , ungkap salah seorang pria yang merupakan suaminya. Esok harinya, suami ini berangkat ke kantor seperti biasa setelah berpamitan dan belum mengucapkan selamat ulangtahun kepada sang istri dengan maksud memberikan surprise pada sore hari saat dia pulang dari kantornya.

Tak disangka-sangka ternyata sang suami ini diajak bosnya untuk rapat dengan klien di luar kantor. Dan ternyata rapat itu menghabiskan waktu sampai petang hari. Sang istri di rumah sudah menunggu suaminya dengan perasaan cemas, namun tidak ada kabar dari sang suami.

“Aduuuhh, ini suamiku kemana siiihh. Hhhh, sebel sebel sebel”, ungkap sang istri dengan perasaan curiga kepada suaminya.

Ternyata handphone sang suami dalam keadaan mati sehingga dia tidak bisa memberi kabar kepada istrinya. Kemudian dia buru-buru menuju rumahnya dengan kado sudah di tangan. Dalam perjalanan pulang dia berharap sang istri masih bangun dan menunggu dengan sabar walaupun tidak diberi kabar terlebih dahulu.

Memang nasib suami sedang tidak baik, ban mobil yang dikendarai bocor di tengah jalan. Karena tidak ada bengkel terdekat darinya, pria ini mengganti ban mobilnya sendiri dengan ban cadangan dan dongkrak yang tersedia di mobil dengan harapan dapat melanjutkan pulang cepat dan menemui istri tercintanya. Sementara sang istri sudah menunggu di rumah dengan curiga yang teramat sangat.

“Ini suamiku lagi ngapain sih ga pulang-pulang, ditelpon handphonenya mati, hiiiiihhh”, ujar istri.

Setelah ban mobil kembali beres dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, pria ini kemudian melanjutkan perjalanan ke rumahnya dengan harapan istri tercintanya masih bangun. Untuk menyenangkan hati istrinya, pria ini kemudian mengganti baju yang sudah berkeringat dan kotor dengan baju rapi yang diberi parfum dengan harapan ketika menemui pujaan hatinya dalam keadaan wangi dan fresh.

Sang istri yang sudah dalam keadaan emosi menjadi makin berpikir yang aneh-aneh dan menduga bahwa suaminya sedang bersama wanita lain karena tidak ada kabar dan tidak ditanyakan kabarnya.

Akhirnya sang suami sampai di rumah dan benar saja istri tercintanya ternyata masih bangun. Dengan tersenyum sang suami masuk ke rumah untuk menemui istrinya dengan harapan disambut dan diberikan sesuatu yang menyenangkan. Namun yang terjadi sebaliknya. Sang istri ternyata marah-marah dan menginterogasi suaminya dengan penuh curiga.

“Ayah, ayah darimana saja? Ditelpon tidak bisa, ga ngasih kabar. Terus ini bau parfum apa, ayah habis main sama cewek mana? Kok ayah jahat sama mama? Mama menunggu di rumah daritadi tapi ayah ternyata malah main sama cewek lain”, ujar sang istri yang terus menerus memarahi sang suami tanpa henti dan menuduh bahwa suaminya telah jahat terhadap dirinya.

Sahabat, apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita di atas?

Kita mungkin sering sekali memiliki masalah yang sebenarnya itu sepele namun kita besar-besarkan, sehingga terkesan sangat “njlimet” dalam menyelesaikan masalahnya. Padahal kalau dipikir dengan hati yang bersih, pasti kita malu bahwa apa yang kita pikirkan ternyata tidak seperti yang sebenarnya.

Hal tersebut sebenarnya berhubungan dengan kepercayaan dalam menjalin hubungan. Ketika kita menjalin suatu hubungan, baik itu hubungan pertemanan, suami istri, maupun hubungan bisnis, ketika kepercayaan tidak kita miliki, bisa dipastikan hubungan tidak akan berjalan dengan baik.

Ketika menjalani hubungan, terutama hubungan yang benar-benar sudah mengikat, kepercayaan itu jangan ditolak lagi untuk menjadi suatu pegangan. Karena ketika kepercayaan terhadap pasangan, atau mitra tidak bisa lagi dipegang, maka yang ada hanya kehancuran.

Seperti halnya dalam hubugan suami istri seperti yang dijelaskan guru saya, kepercayaan itu penting. Seperti contoh di atas, sebenarnya suami hanya kehabisan baterai sehingga tidak bisa memberi kabar pada istrinya, tapi sang istri menjadi marah luar biasa, seperti tidak percaya pada istrinya yang sudah lama dinikahinya.

Bahkan ketika dalam hubungan suami istri, kepercayaan itu lebih penting daripada cinta. Kenapa? Ketika kita hanya cinta tanpa didasari dengan percaya, maka perjalanannya akan saling curiga ketika salah satu pasangan tidak memberi kabar yang lama kelamaan akan retak. Tapi ketika hubungan dilandasi dengan saling percaya walaupun belum merasa cinta, lama kelamaan akan timbul rasa itu seiring berjalan waktunya. Betul tidak yaa??? Hehehe

Gaes, trust atau kepercayaan itu benar-benar mahal harganya. Dan hal ini tidak berlaku hanya untuk menjalin hubungan suami istri seperti yang saya contohkan di atas, tapi dalam segala hal. Ketika kita dipercaya dalam menjalankan sesuatu bisnis juga itu penting.

Ketika kita memiliki partner bisnis yang sangat jujur dan bisa dipercaya dan kita pun juga bisa dipercaya, maka bisa dipastikan bisnis yang dijalankan akan menjadi hebat. Mungkin akan ada masa dimana bisnis tersebut belum dikenal oleh banyak orang, tapi dengan kepercayaan yang dimiliki masing-masing orang makan itu menjadi modal awal unuk menjadikannya dikenal.

Selain itu kepercayaan juga penting bagi sahabat yang sedang berusaha untuk menikah dan sudah menemukan seseorang yang tepat tanpa harus berpacaran. Percayalah bahwa dia memang yang terbaik yang Allah berikan untuk kita, dan percaya bahwa Allah lah yang melindungin dida dari hal-hal yang tidak baik.

Mungkin akan terlihat agak sulit ketika kita baru mengenalnya. Namun percaya kepadanya dan percaya kepada-Nya akan membuat hati ini nyaman tanpa harus terus menerus berpikir tentang dia, apalagi berpikir yang bukan semestinya.

Saya memang belum menikah, tapi apa yang saya sampaikan ini hanya untuk membagikan apa yang saya dapatkan dari guru saya bisa bermanfaat untuk sahabat semua.

Sahabat, jujurlah dalam segala lini kehidupan kita. Milikilah rasa dimana orang lain bisa memberikan kepercayaan kepada kita. Jangan lunturkan kepercayaan itu. Biarkan dia mengalir dan menjadi aliran yang senantiasa mengisi hati ini. Kepercayaan yang orang lain berikan jangan hanya dijadikan sebagai kepercayaan semua sehingga kita tidak lagi dipercaya oleh orang lain.

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar