Pemimpin vs Penguasa
Uncategorized
May 21, 2015
0

“Semua ini terjadi karena pimpinan yang kemarin-kemarin tidak menindak dengan tegas perbuatan yang tidak baik itu”

Aaaah, saya muak

Entah kenapa saya merasa muak dengan berita-berita yang ada di televisi saat ini. Hampir semua berita tidak ada yang memberitakan tentang sesuatu yang baik. Ingin rasanya saya menangis karena betapa malunya saya ada di Indonesia.

Mungkin hampir semua dari kita mengetahui tentang kondisi pemerintahan Indonesia saat ini. Pemerintahan yang kita dengar selalu dan selalu tidak menguntungkan untuk masyarakat banyak, dan terkesan menguntungkan pihak-pihak yang berada di lingkungan ekonomi menengah ke atas.

Kondisi pemimpin yang memimpin di berbagai bidang, dan berbagai instansi, semuanya seperti saling menjatuhkan, dan bukan saling membangun. Saya memang hanya masyarakat biasa yang melihat secara kasat mata apa yang terjadi pada pemerintahan saat ini. Sejujurnya jika saya boleh memilih, saya ingin sekali masuk dalam jajaran pemerintahan untuk melihat dan mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya, namun hal itu harus saya tunda sampai saya rasa cukup waktunya, hehe.

Aaaah, saya muak

Memang, saya mungkin belum bisa memberikan apa-apa untuk bangsa ini. Tapi sebagai masyarakat biasa, wajar jika saya merasakan hal ini. Dan mungkin bukan hanya saya saja, tapi banyak juga masyarakat yang merasakan hal ini. Betul?

Bagaimana tidak muak ketika dua instansi penegak hukum terkesan saling menjatuhkan. Siapa yang benar dan siapa yang salah? Saya tidak mau menilai hal itu. Aneh, lembaga yang seharusnya mengayomi masyarakat, tapi berlomba-lomba untuk melindungi orang di dalamnya.

Bagaimana tidak muak ketika ada pembantu dari pemimpin negara Indonesia mengambil keputusan yang berbeda dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh kepala negara. Aneh, seharusnya pembantu kepala negara yang seharusnya patuh , tapi faktanya? Yaa, lagi-lagi saya tidak ingin menilai siapa yang salah.

Dan bagaimana tidak muak ketika salah satu orang penting yang mengatur sektor strategis di Indonesia ketika mengambil satu keputusan, kemudian menyalahkan kepala negara terdahulu karena dinilai tidak berani melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pada pemerintahan sekarang.

Aaaah, saya muak

Apakah seperti itu yang dinamakan pemimpin? Apakah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang jika dilihat secara kasat mata saja bukan melakukan sesuatu untuk mengembangkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, tapi menengah ke atas?

Apakah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu dan selalu menyalahkan sesuatu yang sudah lalu? Yang jika dipikirkan secara baik-baik, kita tidak akan bisa kembali ke masa lalu.

Gaes, apa yang saya tulis ini bukanlah untuk menuduh bahwa sudah terjadi ketidakbaikan dalam sistem yang ada di Indonesia. Saya hanyalah ingin berbagi apa yang saya rasakan, karena tidak baik jika hanya memendam sesuatu yang menyedihkan sendirian.

Gaes, banyak dari pemimpin yang ada dimanapun di Indonesia, maupun di dunia sukses dan dicintai banyak orang karena prestasinya dan juga karena kedekatannya yang memperhatikan tim, masyarakat, dan orang yang dipimpinnya.

Untuk menjadi seorang pemimpin memang akan sangat menyenangkan. Kenapa? Karena seorang pemimpin berhak untuk mengatur, memilih sesuatu yang terbaik untuk mengembangkan banyak orang. Kesempatan untuk beramal baik juga menjadi lebih besar.

Kalau saya tanyakan kepada sahabat semua, apakah berbeda antara pemimpin dan penguasa? Karena kita sering mendengar kedua hal tersebut bukan? Kalau memang beda, apa perbedaannya?

Baik, sebenarnya pemimpin dan penguasa adalah melakukan dua hal yang tidak jauh berbeda, sama-sama memimpin. Memimpin rakyat, memimpin organisasi, memimpin negara, dan lain-lain. Namun yang berbeda adalah cara dan hasil yang diharapkan dari mereka.

Pemimpin adalah seorang yang rela berkorban untuk rakyatnya, yang mengayomi dan melindungi, dan mempersiapkan generasi penerusnya yang lebih baik dari dirinya. Sementara penguasa adalah orang yang rela mengorbankan rakyatnya untuk kepentingan dirinya, dan juga selalu berusaha untuk menghalangi, melemahkan, dan menghancurkan siapapun yang dianggap membahayakan kekuasannya.

Dan satu lagi yang paling penting. Pemimpin adalah orang yang selalu fokus pada solusi ketika terjadi masalah. Sementara penguasa adalah orang yang fokus pada masalah dan masalah, dan selalu berusaha untuk menyalahkan oranglain untuk tidak disalahkan pada kekuasaannya.

Sahabat, semua orang bisa menjadi pemimpin dan bisa juga menjadi penguasa. Sesungguhnya yang lebih baik diantara dua sebutan tersebut adalah ketika kita menjadi pemimpin, bukanlah penguasa. Namun sering dari kita lupa bahwa apakah yang kita lakukan sudah menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang berkesempatan untuk berbuat baik kepada banyak orang, atau menjadi seorang penguasa yang berkesempatan untuk berkuasa dengan caranya yang berbeda dengan seorang pemimpin.

JADI KAMU YANG MANA?

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar