Mulailah Kembali
Uncategorized
August 11, 2015
0

Tidak sedikit orang mengatakan jika menulis itu menjadi hal yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, lewat tulisan kita dapat mengungkapkan apa yang ingin kita ceritakan karena kita mungkin malu untuk berbicara, yang terpenting adalah lewat tulisan kita dapat menghasilkan nilai kebermanfaatan diri untuk banyak orang. Tentunya jika tulisan yang kita hasilkan benar-benar bernilai.

Ada beberapa tipe manusia dalam membuat tulisan dan bernilai. Ada yang melalui usaha yang sangat keras, dengan cara berlatih, bertanya, dan selalu belajar untuk lebih baik. Dan juga ada yang memang dilahirkan dengan bakat menulis walaupun tidak pernah mengikuti pelatihan apapun.

Untuk yang tipe kedua mungkin terasa sangat seru dan menyenangkan karena tulisan seperti apapun yang dihasilkan bisa langsung dinikmati oleh orang banyak tanpa harus pusing pusing berpikir keras. Dan semua itu bisa dilakukan dalam waktu yang cepat, bahkan sangat cepat.

Berbeda sekali dengan tipe yang pertama. Untuk bisa menulis saja sudah syukur alhamdulillah. Apalagi menghasilkan karya yang sangat hebat dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Sulitkah? Sulit. Tapi bisakah? Pasti bisa. Untuk orang dengan tipe seperti ini akan merasakan sensasi luar biasa. Sensasi yang terkadang sebal, tapi seru, karena otak terasa seperti ingin keluar berpikir materi apa yang akan ditulis.

Bahkan bisa jadi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghasilkan satu karya yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Tapi persamaan orang dengan tipe pertama dan kedua adalah ketika tulisan tersebut sudah jadi dan bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak, hati pasti senang, rasanya seperti melayang-layang, hehe *cukup lebay.

Tapi pertanyaan kemudian muncul untuk orang dengan tipe pertama adalah bagaimana ketika kita sudah terbiasa menulis tetapi karena ada satu dan lain hal sehingga membuat kita berhenti menulis dalam beberapa waktu. Pasti sangat menyebalkan.

Setidaknya itulah yang saya rasakan. Ketika diri ini sudah mulai mencintai dunia menulis, tetapi karena ada urusan dan persoalan yang menghampiri sehingga membuat kebiasaan tersebut menjadi terhenti. Dan efeknya yang sangat terlihat adalah ketika ingin memulai kembali menjadi sangat malas. Bukan hanya itu ternyata, otak dan tangan seperti tidak sinkron dalam menghasilkan karya. Bete? Pasti.

Lantas apa yang harus saya lakukan ketika rutinitas, kesibukan membuat kita menjadi berhenti dan malas karena otak hati dan tangan tidak sinkron dalam menghasilkan karya?? Ada beberapa tips dari saya untuk mengatasinya yang mungkin sudah sering kita dengar dan pelajari dari manapun

  1. Carilah waktu emas kita dalam menulis

Waktu emas sangat penting dalam menghasilkan karya. Ada yang waktu emas untuk menulis itu pada dini hari, setelah subuh, atau pada jam-jam tertentu yang kita rasakan diri kita bisa maksimal dalam berkarya.

  1. Suasana terbaik menurut kita

Mendapatkan suasana hati dan mood yang baik dalam menulis sangat dianjurkan. Ada yang bisa menulis ketika kondisi sepi, namun ada yang harus dalam kondisi ramai. Ada yang bisa berkarya dalam kondisi pemandangan hijau hijau, ada yang biasa saja. Semua tergantung dari kita.

  1. Paksakan dan terus berlatih

Khusus yang tips ketiga ini adalah ketika kita benar-benar sudah lama tidak menulis. Sehingga ketika menulis rasanya seperti aneh, malas dan karya menjadi tidak bernilai. Santai, semua ada waktunya. Tidak akan lampu jika orang terdahulu tidak gagal berkali kali dan menyerah dengan kondisi itu. Apalagi kita yang hanya sekedar menulis untuk bermanfaat. Pasti bisa. Paksakan diri dan berlatih terus menerus.

  1. Sabar

Naaah, untuk kesabaran ini sudah menjadi kewajiban dalam menjalani semua lini kehidupan. Begitupun dengan menulis. Kalau ingin menghasilkan karya yang bernilai, sabarlah.

Sahabat yang sangat hebat, bukan maksud saya untuk menggurui karena sayapun masih sama-sama belajar untuk konsisten dalam menulis. Ketika ada kesempatan, kenapa tidak. Tapi jangan tunggu kesempatan baru menulis, tapi carilah kesempatan untuk menulis. Tunggu apa lagi. Apapun yang kita tulis pastikan itu menjadi nilai manfaat. Jangan hanya sekedar tulisan tapi tidak bernilai. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bermanfaat untuk banyak orang.

Dengan membaca kita bisa mengenal dunia. Tapi dengan menulis, kita bisa dikenal dunia . . .

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar