LUNAS
Uncategorized
May 21, 2015
0

Assalamu’alaikum sahabat circle, apa kabar?

Semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Pada tulisan kali ini, izinkan saya sedikit menceritakan sebuah kisah, yang mungkin sudah terlalu sering kita mendengarnya. Namun, tujuan saya disini ingin mengingatkan kepada sahabat bahwa kita harus menghormati kedua orangtua kita terutama kepada ibu.

Suatu sore seorang anak kecil menghampiri ibunya didapur yang sedang menyiapkan makan malam. Kemudian anak itu menyerahkan selembar kertas yang tlah ditulisi sebelumnya. Setelah membersihkan tangan, si ibu membaca tulisan di kertas tersebut, yang isinya adalah :

Untuk memotong rumput: $5.00

Untuk membersihkan kamar dalam seminggu: $1.00

Untuk mnemanimu berbelanja: $50

Untuk menemani adik ketika ibu berbelanja: $25

Membuang sampah: $1.00

Untuk mendapatkan kartu keterangan baik: $5.00

Untuk membersihkan dan menyapu halaman: $2.00

Total hutang: $14.75

Dengan baik hati sang ibu memandanginya yang sedang berdiri berjauhan dan dia dapat melihat ibunya tengah mengingat-ingat sesuatu. Kemudian ibunya mengambil pena, lalu membalik kertas tulisannya dan inilah yang ibu tulis:

Untuk Sembilan bulan aku mengandung disaat kamu tumbuh didalam perutku : gratis

Untuk sepanjang malam dimana aku selalu terjaga denganmu, mengobatimu, dan berdoa untukmu: gratis

Untuk semua waktu yang melelahkan dan seluruh air mata yang tertumpah dikarenakan olehmu sepanjang tahun: gratis

Untuk semua malam yang ku lalui dengan ktakutan dan kekhawatiranku atas semua hal yang kuketahui (atasmu): gratis

Untuk semua mainan, makanan, pakaian, dan bahkan untuk menyeka hidungmu: gratis

Ketika kamu menjumlahnya, maka harga dari cintaku adalah : GRATIS

Ketika anak itu selesai membaca apa yang telah ditulis ibunya, air matanya mentes ke pipi. Lalu dia memandang ke wajah ibunya dan berkata “Ibu, sungguh aku mencintaimu.” Lalu kemudian dia mengambil pena dan menulis diatas kertas yang lebar. “LUNAS”

Sahabat cirle, dari cerita diatas mungkin kita pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan kepada ibu sudah lebih daripada cukup. Membelikan rumah, membiayai ibu untuk brangkat haji, memberikan kebahagian kepadanya atas prestasi yang kita dapat. Sampai suatu ketika, kita kembali mminta imbalan yang telah kita berikan kpada ibu. Pernah?

Ketahuilah sabahat, dari mulai ketika ibu mendapat kabar bahwa dia telah mengandung kita, mengalami mual-mual, ngidam, sakit pinggang, mulai lemas, badan menjadi lebih besar, dan harus berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan sebuah kehidupan yang baru untuk anaknya, menahan sakit yang sangat mendalam.

Dari Abu Hurairah Z berkata: “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW lalu berkata: ‘wahai rasulullah, siapakah yang paling berhak aku temani?” Rasulullah menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu, kmudian (keluargamu) yang paling dekat dan yang paling dekat.”

Maka dari itu sahabat, janganlah kita menyombongkan diri dan durhaka di hadapan kedua orangtua kita. Allah telah memerintahkan kita untuk berterimakasih kepada ibu dan bapak.

Semoga bermanfaat

Referensi :

Hati yang paling indah, 100 Inspirasi bijak & menggugah.2005

 

Profile photo of Diah Ayuningtias

Diah Ayuningtias

Medical Laboratory Technology student at Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta III.
No, I'm not shy. No, I'm not stuck up. No, I'm not antisocial 🙂 I'm just listening. I'm just observing. I can't stand small talk. But I'll talk about life for hours. I'd rather be home with a close friend or two than among a crowd of acquaintance. Don't scold me in public. Don't embarrass me in public. Respect that I an reserved. And if I open myself up to you, know that means you're very special to me.
Profile photo of Diah Ayuningtias

Latest posts by Diah Ayuningtias (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar