Kunci hidup tenang ya ‘bersyukur’
Uncategorized
August 6, 2015
0

“percayalah semua hanyalah titipan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya”

Assalamualaikum Sahabat CerdasMulia!

Bagaimana kabarnya? Febby berharap semua dalam keadaan baik-baik saja ya.

Sudah lama rasanya tidak menulis tulisan sederhana di blog yang sangat luar biasa ini, mohon Doanya dari seluruh sahabat yang CerdasMulia karena Febby sedang proses pembuatan naskah buku. Doakan cepat terbit tahun ini. Semoga urusan Febby dipermudah oleh-Nya begitupun juga dengan urusan kalian ya, Semangat 🙂

Hari ini, 06 Agustus 2015

Ada sebuah pelajaran hidup yang amat sangat menyayat hati. Tentunya pelajaran ini untuk diri Febby sendiri. Teringat beberapa tahun lalu saya sangat merasakan sebuah penyakit hati bernamakan “iri” ketika melihat kesuksesan orang lain, ketika melihat kelebihan orang lain. Lantas muncul pertanyaan dalam diri sendiri…

“ya Rabb, kenapa dia cantik, pintar, kaya dia memiliki segalanya. Kenapa aku tidak?”
“ya Rabb, apa salahku? dia mampu mendapatkan ini itu dengan mudahnya sedangkan aku?”

Masih banyak lagi penyakit hati yang selalu bersemayan di dalam hati, sampai akhirnya hati ini cape, pikiran juga ikut cape. Karena kerjaannya hanya mengeluh, mengeluh dan mengeluh.

Setelah diperhatikan tidak ada perubahan sama sekali di dalam kehidupan setelah mengeluh sampe cape. Ya tetap saja merasakan hal yang sama “iri” dengan kelebihan orang lain.

Sampai akhirnya saya tersadar bahwa ada satu hal yang saya lupakan selama ini, saya tidak melakukan “bersyukur” di dalam hidup saya. Tentu saja saya selalu merasakan kekurangan pada diri saya. Padahal tanpa disadari semua porsi sudah ditempatkan sesuai dengan tempatnya.

Ada hal yang perlu kita ketahui, pelajari dan diamati:

1. Tidak semua yang kita lihat baik, bagus sesuai dengan kenyataan yang ia alami
Kita selalu menilai orang itu bahagia, beruntung, sukses. Tetapi kita tidak pernah melihat perjuangan orang itu dalam meraih kesuksesan, kita tidak pernah melihat orang itu ketika menghadapi masalah dalam hidupnya. Tentunya semua orang pasti pernah mengalami fase yang dinamakan “perputaran kehidupan”. So jangan hanya menilai dengan frame of reference yang hanya akurat sementara, tetapi lihatlah secara keseluruhan supaya tidak salah dalam menyimpulkan.

2. Semua sudah diatur oleh kehendak-Nya. Hal ini yang selalu kita lupakan, kita lupa bahwa setiap manusia sudah memiliki skenario kehidupan masing-masing, mulai dari bahagia, sedih, suka dan duka semua sudah ada porsinya. Tinggal bagaimana manusia tersebut menjalankan peran dengan sebaik-baiknya.

3. Tidak ada orang bodoh dan pintar, yang ada hanya orang malas dan rajin. Dia akan menjadi sukses jika dia MAU dalam menikmati proses pencapaiaan kesuksesan itu. Kuncinya hanya dengan mau dan tidak mau. Mau dalam hal berjuang atau tidak mau dalam hal hanya ingin itu-itu saja dalam hidupnya tanpa perubahan.

4. Jika kita mampu mensyukuri hal yang sedikit maka kita akan mendapatkan yang banyak. Coba saja deh bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmat yang luar biasa tak terhingga bahkan kita sendiri terkejut mendapatkan nikmat yang berlimpah.

Bersyukurlah atas kehendakNya serta ketetapanNya, dan tetaplah jadi pemeran terbaik dalam menjalankan skenarionya. Ukirlah hidupmu seindah yang kau mau, dan wujudkanlah mimpimu seindah yang telah kau ciptakan. Selamat berjuang sob!

Jika ingin berbincang-bincang dengan saya bisa melalui twitter @biyfebby / ask.fm/febbyagustine


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar