Ilmu bagi dunia dan akhirat

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ

وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْم

رواه الطبراني

Artinya:

Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, mak ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani)

Ilmu bagi kehidupan dunia

Bagi seorang muslim, dunia bukanlah akhir dari segalanya, artinya bahwa sesungguhnya ada kehidupan di akhirat setelah kematian di dunia. Maka, tersebutlah do’a yang mengajarkan setiap muslim agar ia berharap kelak memperoleh kebaikan di dunia dan di akhiratnya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka

Amat banyak sekali ajaran-ajaran Rasulullah SAW yang mengarahkan kita kepada keselamatan di dunia dan di akhirat yang keseluruhannya merupakan peribadatan kepada Allah SWT, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hadits di atas, merupakan kunci emas bagi manusia agar ia bisa selamat, agar ia bisa sukses, tenang dan bahagia di dunia dan di akhirat, yaitu dengan memiliki ilmu. Mengapa? Karena dengan ilmulah Nampak jelas antara yang halal dan haram, antara hitam dan putih, antara kebaikan dan keburukan, antara jalan yang benar dan jalan yang salah.

Bila seseorang menghendaki dunia ada pada dirinya, maka ia harus memiliki ilmu dunia, sehingga ia bisa menaklukan apa-apa yang ada di dunia, sehingga ia bisa menggapai keinginan atau ambisinya dengan ilmu keduniawian. Contohnya, seseorang yang menginginkan harta yang meilmpah di dunia, ia tentu harus memiliki ilmu tentang bisnis, tentang manajement keuangan, tentang membaca arah peluang, dan tentang ilmu apapun yang mengarahkan ia pada kesuksesan hartanya di dunia. Bayangkan seseorang yang ingin kaya raya, namun ia tidak memiliki sedikitpun ilmu pengetahuan tentang cara mendapatkan uang, maka sampai kapan pun ia tidak akan bisa mendapatkan uang yang melimpah ruah.
Seorang pedagang yang mementingkan dunia saja, ia hanya berorientsi pada materi semata, kebahagiaan ada pada banyaknya harta, maka ia akan melakukan apa saja demi mendapatkan kekayaan duniawi tersebut, tak peduli halal atau haram. Maka, orang seperti ini hanya akan mendapatkan kebahagiaan dunia, itupun hanya dinilai dari kacamata kekayaan duniawi, tidak kekayaan hati.

Ilmu bagi kehidupan akhirat

Kemudian, bagaimana dengan seseorang yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan di akhiratnya? Apakah harus dengan memiliki ilmu akhirat juga? Jawabannya tentu! Ia wajib memiliki imu tentang akhirat. Akhirat sendiri merupakan hal ghaib, ia belum bisa diketahui oleh seseorang sampai seseorang tersebut membuktikannya dengan meninggalnya. Namun, bagi seorang muslim, akhirat merupakan tempat dimana ia akan melihat jelas-jelas bagaimana balasan perbuatannya selama di dunia, dan setelahnya ia akan ditempatkan di tempat yang baik atau di tempat yang buruk.

Seorang muslim tentu mempunyai aturan tersendiri yang di ajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya. Kehidupan seorang muslim semuanya telah ada aturannya, sebab Islam merupakan agama yang universal (menyeluruh), ia bagaikan sistem kehidupan yang mengarahkan kepada ketenangan hidup di dunia dan di akhirat, karena ajaran islam telah sesuai dengan fitrah manusia. Lalu, bagaimana cara mengetahui aturan atau sistem tersebut? Tentunya kita bisa tahu dengan cara mempelajarinya, kita bisa paham dan ikhlash menjalankan sistem tersebut apabila kita tahu ilmu-ilmunya. Maka, seseorang yang ingin hidupnya selamat di akhirat, tentu wajiblah ia memahami dan mengamalkan ilmu tentang akhirat.

Seseorang yang paham dan mengamalkan ilmu-ilmu akhirat sewaktu di dunianya, maka ia akan taat dan patuh kepada Allah SWT, ia tidak ingin melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah SWT, agar apa? Agar ia selamat dan bahagia di akhirat, sesuai dengan kehendak yang ia pilih untuk kebahagiaan di akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ١١

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (Al-Buruj – 11)

Kemudian, bagaiamana jika seseorang yang ingin mendapatkan keselamatan di akhirat, namun ia tidak memiliki ilmu tentang akhirat itu sendiri? Tentu ia akan kehilangan arah, karena ia tidak bisa membedakan mana perbuatan yang diridhoi Allah SWT dan mana perbuatan yang mengundang azab Allah SWT kepadanya :

إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ١٢

  1. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (Al-Buruj – 12)

Ilmu bagi kehidupan dunia dan akhirat

Telah dijelaskan bahwa seseorang yang menginginkan dunia, maka ia harus memahami ilmu tentang dunia. Begitupun seseorang yang menginginkan akhirat, maka ia harus memahami ilmu tentang akhirat. Namun, bagaimana jika seseorang yang menginginkan dunia dan juga menginginkan akhirat? Tentulah ia harus memahami ilmu mengenai dunia dan akhirat, ia harus pandai mengatur kegiatan hariannya sehingga ia  memperoleh kebahagiaan di dunia, sekaligus bahagia juga di akhirat kelak.

Dalam agama islam, kita mengenal sikap Tawazun, yang berarti seimbang.  Seorang muslim yang baik, ia akan mempertimbangkan sikap-sikapnya agar bisa memperoleh keuntungan di dunia sekaligus di akhirat kelak. Seorang pedagang yang memahami ilmu dunia dan akhirat,ia paham batasan halal dan haram dalam perdagangan, maka ia akan berdagang dengan jujur dan amanah, karena ia paham, kekayaan yang didapatkan tanpa nilai kehalalan atau keberkahan, hanya akan menjadi penghalangnya untuk memperoleh keselamatan di akhirat kelak, apabila datang waktu sholat, ia bersegera menunaikannya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٩ فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠

  1. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
  2. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung

(al-Jumu’ah : 9 – 10)

Seorang hamba yang mengerti konsep tawazun dalam beribadah, ia akan beribadah sesuai dengan kemampuannya, ia tidak akan memaksakan hal-hal yang diluar kesanggupannya, karena dia paham apabila ia melakukan ibadah yang diluar kesanggupannya, kemungkinan besar ia akan sakit dan akan mengganggu aktifitas kesehariannya dalam bekerja. Nah, kepahaman ini hanya bisa didapatkan dari seseorang yang memiliki ilmu dunia dan akhirat.

Profile photo of Albarra Eresmair
Profile photo of Albarra Eresmair

Latest posts by Albarra Eresmair (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar