4 Kebolehan Tetapi Jangan Berlebihan

Sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya dan kita semua adalah, segala sesuatu yang kita lakukan sudah diatur secara detail oleh Allah swt. Islam aaktivdalah agama yang memiliki aturan di setiap aktivitas kehidupan umatnya. Maka betapa beruntungnya kita, sebagai umat muslim bisa melakukan hal-hal yang baik tentunya dengan pedoman atau patokan yaitu Al-Quran dan Hadist. Di dalam Al-Qur’an segala aspek sudah dijelaskan, dan diperjelas lagi di dalam hadist.

Termasuk dalam hukum-hukum yang berlaku dalam islam,yaitu:

  1. Wajib: jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa
  2. Sunnah: suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa
  3. Mubah: jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Contoh : makan dan minum, belanja, bercanda,
  4. Haram: tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa
  5. Makruh: dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala

Dalam artikel ini saya akan membahas tentang hal-hal yang boleh dilakukan (mubah) tetapi tidak boleh berlebihan, yaitu:

  1. Berlebihan dalam berbicara

Hal yang paling mudah dilakukan oleh seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain tentunya dengan berbicara. Namun, banyak sekali orang yang begitu mudahnya bicara sembarangan, yang akhirnya bisa menimbulkan rasa sakit hati apabila kita tidak menjaga ucapan kita dengan baik. Jika kita berbicara hal yang tidak baik maka sebaiknya kita diam. Dalam hadist mengatakan,

“Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ingatlah bahwa segala sesuatu itu ada ilmunya, sehingga tidak diperbolehkan menjalani hidup secara sembarangan, karena setiap aspek yang kita jalani harus dipertanggungjawabkan. Jadi kita harus tau, bagaimana islam mengajarkan kepada kita tata cara dalam berbicara yang baik.

Adab yang harus dilakukan kita dalam berbicara antara lain,berpikir sebelum berbicara, berbicara dengan jelas dan tidak membuang-buang waktu, tidak mengucapkan kalimat-kaliat yang buruk, tidak mencela, tidak sombong dan banyak berbicara, menghindari ghibah atau menceritakan aib orang lain, menjauhi perdebatan sengit, tidak memotong pembicaraan, berbicara dengan tenang, berbicara dengan kata-kata yang penting saja.

  1. Berlebihan dalam makan

Kenapa kita tidak boleh makan berlebihan?

Allah mengatur sesuatu bukan tanpa alasan. Termasuk dalam mengatur makanan. Dalam dunia kesehatan, berlebihan dalam makanan cukup berbahaya apabila hal ini menjadi kebiasaan seseorang. Efek paling ringannya adalah mengantuk sehingga kita malas dalam mengerjakan sesuatu. Dalam hadist mengatakan,

“Jauhilah olehmu mengisi perut dengan penuh terhadap makanan dan minuman, sebab mengisi perut dengan penuh akan membahayakan tubuh dan menyebabkan malas shalat.” (H.R. Bukhari)

Lalu bagaimana dengan makanan yang kita ambil terlalu banyak. Sehingga, sebelum makanan kita habis kita sudah merasa kenyang duluan? Maka, kita harus tetap menghabiskannya walaupun kita sudah merasa kenyang. Karena setiap makanan yang kita ambil sudah menjadi kewajiban kita untuk menghabiskannya.

Ingatlah, adab makan harus tetap kita perhatikan. Berdoalah sebelum dan sesudah makan, agar terhindar dari makanan yang haram. Makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Doa seseorang ditentukan berdasarkan makanan apa yang dia makan. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih makanan. Berdoalah kepada Allah agar setiap makanan yang kita makan bukanlah makanan yang haram.

Saya juga masih berusaha mengontrol pola makan saya, kadang suka makan berlebihan. Biasanya berlebihan karena makanan yang kita makan enak banget. Nah disini emang tantangannya. Semangat!! he..he..

  1. Berlebihan dalam bergaul

Sahabat yang dirahmati Allah, kita memiliki hak kebebasan dalam bergaul. Ingin bergaul dengan siapa kita, tidak ada yang melarang. Tetapi, bukan berarti kebebasan dalam bergaul membuat kita menjadi berlebihan. Gunakanlah harta yang kita miliki untuk beramal agar menjadi orang yang rendah hati dan sederhana, bukan digunakan untuk kenikmatan dunia hingga pada akhirnya kita menjadi orang hedonisme yang dimanfaatkan oleh teman-temanmu bahkan sahabatmu. Mereka pergi, di saat kamu sudah tidak berguna lagi, sudah tidak ada hal yang bisa di manfaatkan. Nauzubillahi minzalik.

Bagi teman-teman yang ingin menjalani hidupnya dengan aktivitas yang bermanfaat, segala sesuatu yang ingin dikerjakan baik, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik, bertemanlah dengan orang-orang yang mampu melihat hal apa yang berguna baginya dan yang tidak. Kamu akan memiliki sahabat yang mendukungmu, yang selalu ada untuk membimbingmu ke jalan yang benar.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf : 67)

“Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash- Shahihah no. 927)

  1. Berlebihan dalam memandang

“Katakanlah kepada orang laki-laki beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan pelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka dan sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS.An-Nuur [24]: 30-31).

Pandangan adalah panah yang paling beracun diantara panah-panah iblis. Dari sebuah pandangan, itu merupakan awal mula sesuatu terekam. Pandangan itu akan langsung melekat di dalam pikiran kita, menimbulkan bayangan-bayangan yang dapat menyebabkan ibadah kita kita kepada Allah tida khusyuk. Apabila ibadah kita tidak khusyuk, dapat mengikis dan mengurangi iman kita. Iman tidak runtuh secara langsung, namun perlahan-lahan tapi pasti. Itu merupakan jurus setan yang paling efektif agar iman manusia menjadi rontok dan hilang.

Itu tadi adalah 4 hal yang di perbolehkan namun jangan berlebihan. Terima kasih yang sudah membaca artikel ini,semoga bermanfaat dan ilmu yang di raih bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Salam,

Diah Ayuningtias

Teman yang bukan teman

Setiap orang pasti ingin punya teman. teman berbagi suka dan duka. saya mau ceritakan kejadian nyata di Negara Mesir. saya dengar langsung dari kerabatnya.

Si Fulan ini dari usia remaja memiliki teman yang tidak baik, sering minum minuman alcohol, narkotika, bahkan sampai bermain wanita. hal ini karena pengaruh lingkungannya dan kurangnya pengawasan dari orang tua.

Ketika menginjak usia 25 tahun, mulai terbetik dalam sanubari si Fulan, apa yang saya cari. akhirnya Fulan mulai mendalami agama lagi, mulai mau sholat lagi, mulai mau ngaji lagi.

dengan ilmu yang masih belum cukup, si Fulan hendak mengajak teman-temannya dulu untuk ikut beribadah dan bertobat, tapi apa yang didapat ketika berkumpul? dia di hina dan dicela habis-habisan. di ungkit-ungkit masa lalunya yang selalu bergelimang dosa, intinya kata teman-temannya, gak usah sok suci, kamu dulu waktu main perempuan dan mabuk sama-sama menikmati. si Fulan terdiam seribu bahasa. secara mental dia kalah argument, karena ilmu yang masih kurang. Inilah awal kesalahannya, mendatangi kembali teman-temannya yang buruk.

Lalu keesokann harinya teman-temannya mengajak si Fulan untuk jalan-jalan ke kota lain menggunakan kendaraan. di tengah jalan lalu mereka beristirahat di sebut hotel dengan alasan sudah malam. menjelang tengah malam si Fulan di sodorkan minuman beralhohol dan diminta untuk diminum untuk saling menghargai dengan teman-temannya yang lain yang juga minum. Ini kesalahan kedua si Fulan.

Dalam kondisi mabuk, si Fulan si sodorkan wanita penghibur. dan yang selama ini dijaga oleh si Fulan yaitu Iman, ambruk. si Fulan berzina dalam kondisi mabuk. dan ini adalah kesalahan yang fatal.

Esok harinya teman-temannya mau membangunkan si Fulan di kamarnya, mau di ejek, jangan sok ceramah, toh masih mau zina dan mabuk juga. tetapi alangkah kagetnya semua, ketika si Fulan tidak dapat dibangunkan. si Fulan Mati. Mati dalam kondisi berzina dan mabuk. Innalilahi. Mati tanpa sempat bertaubat.

Kerabat si Fulan yang tahu cerita sebenarnya sampai memaki-maki semua teman-temannya. TEMAN MACAM APA KALIAN !!. berulang-ulang.

Kita memang tidak boleh memutuskan tali silaturahmi, tapi jika kita ingin selamat dunia akhirat, hindari teman yang bukan teman. Hijrah kepada golongan yang selalu mengingat Allah SWT.

Semoga kita diselamatkan oleh Allah SWT dari orang-orang yang sebetulnya setan dan iblis. dan semoga kita berakhir didunia ini dalam kondisi khusnul khotimah. aamin

 

 

Sedekah semampu kita

Share ah pengalaman pribadi tadi dalam perjalanan menuju stasiun bogor. Ada nenek yang sudah cukup berumur dan posisi badannya (maaf) sudah ada membungkuk 70 derajat, jadi jalan juga pelan2. ane kirain nenek ini termasuk musafir karena dari baju yang dikenakan sangat lusuh (punten ya nek), tapi pas lewat pengemis yang kakinya kurang sempurna, nenek ini buka lipatan kain di tangannya. ane perhatiin uang nya 2000an cukup banyak. lalu nenek ini kasih dua lembar 2000 ke pengemis tersebut. weleh. langsung jleb, ngeliat yang sudah renta seperti itu, masih giat untuk sedekah. lah ane sendiri gimana? yuk ah mumpung hari jumat, mari sedekah, semoga apa yang di sedekahkan menjadi pahala berlipat buat temen-temen.

 

Allah Menolongku dengan “Salah Jalan”

Bismillah..
Hai, Assalamua’alaykum sobat CerdasMulia.. duh sudah lama saya gak menulis lagi ternyata lumayan sulit untuk istiqomah dalam menulis setiap hari terutama saat rasa ‘mager’ melanda hehe jangan ditiru ya sobat 😀

Tapi beberapa hari lalu ketika dua orang kakak-kakak hebat saya mengajak untuk menulis buku bersama, saya langsung semangat lagi untuk menulis, mengingat umur juga gak tahu sampai kapan saya pikir nanti nya akan sangat menyesal jika saya membuang-buang waktu ini terlebih lagi jika mengingat bahwa menulis merupakan salah satu cara yang baik untuk berdakwah, menebar kebermanfaatan hingga akhirnya dapat terus berkarya.

Inspirasi tulisan saya kali ini berasal dari pengalaman yang baru 4 bulan lalu kurang lebih saya alami. Check this out. Read more

Ilmu bagi dunia dan akhirat

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ

وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْم

رواه الطبراني

Artinya:

Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, mak ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani)

Ilmu bagi kehidupan dunia

Bagi seorang muslim, dunia bukanlah akhir dari segalanya, artinya bahwa sesungguhnya ada kehidupan di akhirat setelah kematian di dunia. Maka, tersebutlah do’a yang mengajarkan setiap muslim agar ia berharap kelak memperoleh kebaikan di dunia dan di akhiratnya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka

Amat banyak sekali ajaran-ajaran Rasulullah SAW yang mengarahkan kita kepada keselamatan di dunia dan di akhirat yang keseluruhannya merupakan peribadatan kepada Allah SWT, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hadits di atas, merupakan kunci emas bagi manusia agar ia bisa selamat, agar ia bisa sukses, tenang dan bahagia di dunia dan di akhirat, yaitu dengan memiliki ilmu. Mengapa? Karena dengan ilmulah Nampak jelas antara yang halal dan haram, antara hitam dan putih, antara kebaikan dan keburukan, antara jalan yang benar dan jalan yang salah.

Bila seseorang menghendaki dunia ada pada dirinya, maka ia harus memiliki ilmu dunia, sehingga ia bisa menaklukan apa-apa yang ada di dunia, sehingga ia bisa menggapai keinginan atau ambisinya dengan ilmu keduniawian. Contohnya, seseorang yang menginginkan harta yang meilmpah di dunia, ia tentu harus memiliki ilmu tentang bisnis, tentang manajement keuangan, tentang membaca arah peluang, dan tentang ilmu apapun yang mengarahkan ia pada kesuksesan hartanya di dunia. Bayangkan seseorang yang ingin kaya raya, namun ia tidak memiliki sedikitpun ilmu pengetahuan tentang cara mendapatkan uang, maka sampai kapan pun ia tidak akan bisa mendapatkan uang yang melimpah ruah.
Seorang pedagang yang mementingkan dunia saja, ia hanya berorientsi pada materi semata, kebahagiaan ada pada banyaknya harta, maka ia akan melakukan apa saja demi mendapatkan kekayaan duniawi tersebut, tak peduli halal atau haram. Maka, orang seperti ini hanya akan mendapatkan kebahagiaan dunia, itupun hanya dinilai dari kacamata kekayaan duniawi, tidak kekayaan hati.

Ilmu bagi kehidupan akhirat

Kemudian, bagaimana dengan seseorang yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan di akhiratnya? Apakah harus dengan memiliki ilmu akhirat juga? Jawabannya tentu! Ia wajib memiliki imu tentang akhirat. Akhirat sendiri merupakan hal ghaib, ia belum bisa diketahui oleh seseorang sampai seseorang tersebut membuktikannya dengan meninggalnya. Namun, bagi seorang muslim, akhirat merupakan tempat dimana ia akan melihat jelas-jelas bagaimana balasan perbuatannya selama di dunia, dan setelahnya ia akan ditempatkan di tempat yang baik atau di tempat yang buruk.

Seorang muslim tentu mempunyai aturan tersendiri yang di ajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya. Kehidupan seorang muslim semuanya telah ada aturannya, sebab Islam merupakan agama yang universal (menyeluruh), ia bagaikan sistem kehidupan yang mengarahkan kepada ketenangan hidup di dunia dan di akhirat, karena ajaran islam telah sesuai dengan fitrah manusia. Lalu, bagaimana cara mengetahui aturan atau sistem tersebut? Tentunya kita bisa tahu dengan cara mempelajarinya, kita bisa paham dan ikhlash menjalankan sistem tersebut apabila kita tahu ilmu-ilmunya. Maka, seseorang yang ingin hidupnya selamat di akhirat, tentu wajiblah ia memahami dan mengamalkan ilmu tentang akhirat.

Seseorang yang paham dan mengamalkan ilmu-ilmu akhirat sewaktu di dunianya, maka ia akan taat dan patuh kepada Allah SWT, ia tidak ingin melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah SWT, agar apa? Agar ia selamat dan bahagia di akhirat, sesuai dengan kehendak yang ia pilih untuk kebahagiaan di akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ١١

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (Al-Buruj – 11)

Kemudian, bagaiamana jika seseorang yang ingin mendapatkan keselamatan di akhirat, namun ia tidak memiliki ilmu tentang akhirat itu sendiri? Tentu ia akan kehilangan arah, karena ia tidak bisa membedakan mana perbuatan yang diridhoi Allah SWT dan mana perbuatan yang mengundang azab Allah SWT kepadanya :

إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ١٢

  1. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (Al-Buruj – 12)

Ilmu bagi kehidupan dunia dan akhirat

Telah dijelaskan bahwa seseorang yang menginginkan dunia, maka ia harus memahami ilmu tentang dunia. Begitupun seseorang yang menginginkan akhirat, maka ia harus memahami ilmu tentang akhirat. Namun, bagaimana jika seseorang yang menginginkan dunia dan juga menginginkan akhirat? Tentulah ia harus memahami ilmu mengenai dunia dan akhirat, ia harus pandai mengatur kegiatan hariannya sehingga ia  memperoleh kebahagiaan di dunia, sekaligus bahagia juga di akhirat kelak.

Dalam agama islam, kita mengenal sikap Tawazun, yang berarti seimbang.  Seorang muslim yang baik, ia akan mempertimbangkan sikap-sikapnya agar bisa memperoleh keuntungan di dunia sekaligus di akhirat kelak. Seorang pedagang yang memahami ilmu dunia dan akhirat,ia paham batasan halal dan haram dalam perdagangan, maka ia akan berdagang dengan jujur dan amanah, karena ia paham, kekayaan yang didapatkan tanpa nilai kehalalan atau keberkahan, hanya akan menjadi penghalangnya untuk memperoleh keselamatan di akhirat kelak, apabila datang waktu sholat, ia bersegera menunaikannya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٩ فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠

  1. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
  2. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung

(al-Jumu’ah : 9 – 10)

Seorang hamba yang mengerti konsep tawazun dalam beribadah, ia akan beribadah sesuai dengan kemampuannya, ia tidak akan memaksakan hal-hal yang diluar kesanggupannya, karena dia paham apabila ia melakukan ibadah yang diluar kesanggupannya, kemungkinan besar ia akan sakit dan akan mengganggu aktifitas kesehariannya dalam bekerja. Nah, kepahaman ini hanya bisa didapatkan dari seseorang yang memiliki ilmu dunia dan akhirat.

Aku Selalu Mengira Masih Banyak Waktu

“Perasaan baru aja hari jum’at kok udah jum’at lagi ya?”
“Perasaan baru aja ngumpulin tugas,kok udah dapet tugas lagi?”
“Perasaan baru aja pulang ke rumah eh udah berangkat lagi”
“perasaan baru aja…”
“Perasaan…..”
Read more

Cukuplah Kematian Sebagai Pengingat

“Di manapun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendati kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Q.S An-Nisa :78)

“Katakanlah : Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan” (Q.S Al-Jumu’ah : 8) Read more

Move on is better!

Putus cinta bukan hal mudah untuk diterima, apalagi jika kamu telah lama berhubungan dengan mantan kekasih. Meski telah disakiti, mungkin kamu tetap merasa dia orang terbaik yang pernah kamu miliki. Namun, hati-hati dengan perasaan tersebut. Itu tanda buruk bahwa kamu terobsesi dengan mantan kekasih.

Pernah denger gak ada orang yang Putus-Nyambung-Putus-Nyambung-Putuslagi-Nyambunglagi , siklus hubungan mereka seperti itu terus. Tanggapan kalian seperti apa? Pasti gregetan? Betul tidak?
Read more

Ya Allah, Maafkan Aku Lelah Karena Urusan Dunia

Bismillahirrohmanirrohim..

Apa kabar kawan? Sepertinya sekarang sudah memasuki bulan-bulan kesibukan yah, baik yang masih sekolah maupun yang kuliah apalagi yang sudah bekerja, hehe. Read more

Perjuangkan Keinginanmu

Belum lama ini, saya bertemu dengan teman semasa SMA di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan yang lokasinya tidak jauh dengan tempat dimana saya menyelesaikan studi SMA saya. Saya bertemu dengan 3 orang teman dengan turut serta saya membawa istri tercinta dengan tujuan agar bisa mengenal istri saya dan istri saya juga mengetahui siapa saja teman saya. Read more

Skip to toolbar