Berikan Feedback Dengan Cara Berbeda
Uncategorized
May 1, 2015
1

 SAYA EMOSI. EMOSI KARENA SEMUA ORANG TIDAK SAMA DENGAN SAYA SIFAT DAN KARAKTERNYA.

Sahabat, di hari yang cerah dan mengawali bulan yang baru di tahun masehi, tepatnya Bulan Mei dimana hari ini tepat tanggal 1 Mei dan diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia , semoga sahabat selalu mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah.

Belum lama ini saya merasa benar-benar emosi tidak tertahan karena salah seorang yang saya anggap saudara mendadak menjadi menyebalkan. Dan rasanya saya tidak ingin berbicara kembali dengannya karena satu hal, padahal itu sangat sepele.

Saya tidak tahu mengapa saya bisa menjadi seperti itu. Tapi yang pasti, kejadian tersebut benar-benar membuat malam saya menjadi terasa panas di hati. Kalau lingkungan sih tidak panas, karena kebetulan kondisi sedang sejuk *abaikan.

Kejadiannya adalah karena saya berusaha menyampaikan sesuatu yang menurut saya harus dikembangkan agar terlihat makin menarik. Karena saya berpikir saya harus menyampaikan apa yang harus saya sampaikan.

Entah karena saya yang memang salah dalam mengungkapkan maksud dan tujuan saya, ataukah karena saya yang memang terlalu sensitif dalam menerima maksud dari perkataan orang itu. Atau mungkin apakah karena orang itu memang menyebalkan. Entahlah, tapi yang pasti hati saya benar-benar meradang.

Gaes, apakah hal seperti yang saya rasakan pernah terjadi pada teman-teman semua? Saya yakin jawabannya pasti “YA”. Betul tidak? Merasakan hal dimana ketika kita menyampaikan sesuatu yang menurut kita harus dirubah demi kebaikan, tapi entah karena penyampaian kita yang keliru atau maksud yang diterima oleh orang yang kita beri feedback, hal tersebut berakhir tidak sesuai harapan.

Lantas bagaimana mengatasi hal tersebut sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali? Itulah yang harus kita perhatikan. Karena bahaya jika apa yang sebenarnya menjadi tujuan kita tapi ternyata gagal tersampaikan dengan baik dan malah berakhir dengan tidak baik.

Sahabat, kita harus pahami terlebih dahulu. Pahami bahwa semua orang tidak sama. Dan tidak semua orang tidak mungkin ditangani dengan cara yang sama. Pasti masing-masing orang ditangani dengan cara berbeda.

Semua orang memiliki kode frekuensi kehidupan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ketika ada 50 orang berkumpul dalam satu ruangan, kemudian setiap orang disuruh berbicara, apakah ada yang sama suaranya? Mungkin ada beberapa. Tapi apakah sama persis? Pasti tidak.

Begitupun sifat manusia. Sifat manusia tidaklah sama. Memang, kemiripan pasti ada, tapi yang sama 100% pasti tidak akan ada. Jadi ketika kita menyampaikan sesuatu kepada seseorang pun pastilah harus sesuai dengan karakter orang tersebut.

Kenapa sih kita harus paham itu? Ya, manusia hidup di dunia ini tidak mungkin sendirian. Manusia itu makhluk sosial, yang mana kita haruslah hidup secara berdampingan, saling membantu. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami karakter orang lain agar tidak terjadi kesalahpahaman. Terutama kesalahpahaman saat sebenarnya tujuan kita baik.

Tujuan kita ingin membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan kita agar organisasi, perusahaan, bisnis, dan lain-lain yang kita pimpin menjadi maju. Ketika kita sudah mengetahui bahwa orang ini X, orang itu Y, akan sangat mudah untuk memberikan masukan yang bisa dimengerti dan dipahami orang yang kita maksudkan.

Pertanyaan datang kepada saya. Kalau memang seperti itu, kenapa Mas Adit kemarin menjadi emosi padahal Mas Adit sudah tahu konsep tersebut? Saya akan mencoba menjawabnya yaa.

Begini, ketika kita sudah mengetahui sifat dan karakter orang yang akan kita beri feedback seperti apa, lantas kita berikan feedback itu dengan cara terbaik untuknya. Tapi, terkadang mungkin memang ketika kita sudah berusaha menggunakan cara terbaik, tetap saja orang tidak bisa menerima.

Kenapa? Karena mungkin ada sesuatu yang kita tidak sadari cara penyampaian kita kurang tepat karena terlalu percaya diri sepertinya cara kita sudah baik. Padahal kalau dilihat lagi bisa jadi kurang tepat.

Orang tidak suka dengan cara kita. Orang itu mungkin kondisi hatinya sedang labil. Orang tersebut mungkin memang tidak suka dengan kita. Atau bahkan orang itu mungkin memang membenci kita tapi saat itu kita percaya diri saja, modal nekat gitu.

Tapi yang perlu diperhatikan juga oleh orang yang kita berikan feedback, kalau memang tidak suka dengan cara yang kita lakukan, sampaikan juga dengan cara yang baik. Kenapa? Karena kita sudah berusaha memberika feedback yang diharapkan dengan feedback itu orang yang kita tuju menjadi lebih baik. Walaupun pada akhirnya tidak senang karena merasa tidak pas.

Kalau kita selalu ingin dimengerti orang lain, kalau kita tidak ingin diberikan kritik, saran keras dari saya yaitu lebih baik buatlah negara baru. Negara dimana orang selalu mengerti apa yang sahabat mau dan sahabat tidak akan diberikan kritikan.

Perlu saya ingatkan, orang yang tidak mau diberikan kritikan membangun adalah orang yang tidak akan berkembang. Sahabat selalu menganggap bahwa sahabatlah yang paling pintar, paling mengerti segalanya.

Bahaya ketika diri kita sudah menjadi seperti ini. Berubah. Begitupun dengan kita yang memberikan masukan membangun, lakukanlah dengan cara yang baik.

Cintai orang-orang yang senang memberi kritikan membangun

Hindari orang-orang yang hanya menerima kita apa adanya

Berdamailah dengan kritikan membangun, agar hati tidak keras dan diri menjadi berkembang

Bersyukurlah ketika ada orang yang memberi kritik kepada kita, itu berarti ada orang yang sibuk memperhatikan kita

TERIMAKASIH SUDAH MEMBERIKAN PELAJARAN BERHARGA UNTUKKU 🙂

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


  1. Terima kasih ka, saya menjadi terinspirasi hanya dengan membaca beberapa kata di awal…

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar