Balada Cerita Ramadhan
Uncategorized
July 2, 2015
0

 Jangan ditanyakan seberapa bahagianya ketika bulan yang penuh dengan keberkahan tiba. Dan jangan tanyakan betapa sedihnya ketika bulan yang penuh dengan keberkahan pergi meninggalkan kita semua. Tepat sekali, Bulan Ramadhan. Pertanyaannya adalah apakah sebenarnya keistimewaan bulan ini?

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dijanjikan oleh Allah untuk umat manusia, khususnya bagi yang beragama Islam. Bahkan Rasul sendiri yang meminta kepada Allah untuk menjadikan Bulan Ramdhan ini menjadi bulan daripada kaumnya Nabi Muhammad. Bagaimana tidak disetujui oleh Allah ketika manusia yang paling dicintai dan yang dijanjikan masuk surga oleh-Nya yang meminta?

Bulan yang sangat identik dengan berpuasa selama sebulan penuh. Tapi tidak semua umat muslim berpuasa. Karena dikatakan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yaitu Allah memanggil orang-orang yang beriman saja, bukan memanggil kaum muslimin. Lalu apa korelasinya? Sadar atau tidak, semua orang mukmin itu muslim, tapi tidak semua muslim itu mukmin. Jadi melaksanakan ibadah puasa di bulan ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman saja, dan bersyukur buat yang melakukannya karena itu berarti ada keimanan dalam hatinya.

Tapi yang sesungguhnya ingin saya bahas disini bukanlah tentang hal ini, melainkan yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa amal ibadah apapun yang kita lakukan di bulan ini bernilai pahala sangat besar, dan bahkan Allah sudah berjanji untuk melipatgandakannya. Bukan hanya satu, dua, seratus, melainkan tujuh ratus kali lipat dari nilai ibadahnya.

Selain itu juga, amalan sunah yang kita lakukan bernilai seperti amalan wajib. Kurang baik apa Allah kepada kita semua? Hehe. Apalagi ketika tarawih dimana kita melaksanakan total sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat.

Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang memang khusus hanya ada di Bulan Ramadhan saja, makin mantap saja pahala yang Allah berikan kepada kita. Tapi kemudia gejolak dalam hati timbul ketika ada penawaran acara buka puasa bersama orang-orang yang mengundang kita.

Pengertian ibadah sunah ini yang sering membuat kita menjadi lupa diri. Selama ini, ibadah sunah sering kita artikan bahwa ketika kita menjalankannya kita mendapat pahala, tapi ketika kita tidak menjalankannya, tidak apa-apa karena tidak berdosa.

Sungguh disayangkan hal seperti ini. Apalagi ketika kita mengetahui makna hadirnya Bulan Ramadhan. Ibadah sunah memang berpahala ketika melakukan dan tidak berdosa ketika tidak melakukan, tapi andai saja semua dari kita berpikir bahwa ketika kita tidak melakukan maka kita mendapat kesia-siaan yang sangat besar. Terlebih di bulan ini yang mana Allah sudah menjanjikan berkali-kali lipat pahalanya.

Naaah, gejolak ketika mendapat undangan buka puasa bersama ini menarik untuk diperbincangkan. Sebisa mungkin kita menghadiri undangan tersebut, karena biasanya yang mengundang adalah orang yang memang sudah lama tidak bertemu. Selain bisa melepas rindu, berpahala juga karena mempererat silaturahim.

Tapi disadari atau tidak, hal tersebut terkadang membuat diri kita menjadi menunda-nunda waktu solat. Sebagai contoh, ketika kita sedang asik mengobrol membahas ini itu, kemudian adzan isya, kebanyakan dari kita pasti memilih melanjutkan obrolan tersebut sambil mengunyak apa yang ada di sekitar kita.

Terlebih ketika kita melakukan pertemuan di tempat yang tidak dekat dengan masjid dan tidak terdengar suara adzan, bisa dipastikan makin menjadi. Sehingga dari kita sering lebih mendahulukan yang bukan kewajiban dibandingkan yang wajib.

Selanjutnya kebiasaan dari kita ketika melakukan buka puasa bersama, karena terlalu asik dengan bahasan bersama teman-teman, sehingga solat tarawih pun juga dilewatkan. Mungkin kita beralasan, “nanti juga di rumah solat kok”. Percayakah? Saya percaya. Karena pasti ada yang solat, dan mungkin ada yang tidak solat. Tentunya dengan berbagai alasan-alasan salah duanya adalah ibadah sunah dan lelah.

Sahabat, kejadian semacam inilah yang sebenarnya sangat disayangkan. Karena kalau kita mengetahui hakikat dari Bulan Ramadhan dan pahala-pahala yang ada, pasti hal semacam itu tidak akan kita lewatkan.

Lantas, bagaimana caranya agar semua bisa kita lakukan tanpa harus melewatkan satupun? Gampang.

  1. Pilihlah skala prioritas buka puasa bersama mana yang kita ikuti. Hadirilah buka puasa bersama tersebut tetapi dengan tidak meninggalkan solat wajib dan sunah tarawih. Kalau bisa, ajak teman-teman ikut berjamaah.
  2. Hadirilah bukan puasa bersama yang diadakan di rumah pribadi. Karena selain suasana ramah tamah lebih asik, solat pun juga lebih menyenangkan karena tidak ada gangguan ramai-ramai dari luar.
  3. Ketika kita anggap solat tarawih bisa mengurangi waktu kebersamaan bersama teman-teman, lakukanlah solat isya terlebih dahulu. Tapi berjanji bahwa solat tarawih akan dilakukan di rumah. Dan benar-benar dilaksanakan.

Sungguh diriku pun masih terus berupaya melakukan ketiga hal di atas. Bukan bermaksud untuk menggurui atau menyombongkan diri, mari bersama-sama memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk kita mencari pahala sebanyak-banyaknya. Karena ketika bulan yang penuh dengan keberkahan ini meninggalkan kita sementara kita tahu esensinya, pasti kita akan sedih.

So, mau pilih hidup dalam kesia-siaan atau hidup dalam kemenangan??

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar