Perjuangkan Keinginanmu

Belum lama ini, saya bertemu dengan teman semasa SMA di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan yang lokasinya tidak jauh dengan tempat dimana saya menyelesaikan studi SMA saya. Saya bertemu dengan 3 orang teman dengan turut serta saya membawa istri tercinta dengan tujuan agar bisa mengenal istri saya dan istri saya juga mengetahui siapa saja teman saya. Read more

Mulailah Kembali
Uncategorized
August 11, 2015
0

Tidak sedikit orang mengatakan jika menulis itu menjadi hal yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, lewat tulisan kita dapat mengungkapkan apa yang ingin kita ceritakan karena kita mungkin malu untuk berbicara, yang terpenting adalah lewat tulisan kita dapat menghasilkan nilai kebermanfaatan diri untuk banyak orang. Tentunya jika tulisan yang kita hasilkan benar-benar bernilai. Read more

Terimakasih Sahabat
Uncategorized
August 7, 2015
1

Rasa syukur yang tak terhingga selalu terpanjat kepada Allah SWT. Semoga sahabat yang membaca tulisan ini selalu dalam kondisi sehat dan selalu berada dalam lindungan dan keberkahan-Nya. Karena sesungguhnya kita hanya manusia biasa, yang lemah, yang tidak memiliki kekuatan apapun di hadapan-Nya. Maka sudah seharusnya kita haruslah terus tunduk dan taat pada ajaran yang disampaikan kepada kita sebagai makhluk-Nya. Read more

Balada Cerita Ramadhan
Uncategorized
July 2, 2015
0

 Jangan ditanyakan seberapa bahagianya ketika bulan yang penuh dengan keberkahan tiba. Dan jangan tanyakan betapa sedihnya ketika bulan yang penuh dengan keberkahan pergi meninggalkan kita semua. Tepat sekali, Bulan Ramadhan. Pertanyaannya adalah apakah sebenarnya keistimewaan bulan ini?

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dijanjikan oleh Allah untuk umat manusia, khususnya bagi yang beragama Islam. Bahkan Rasul sendiri yang meminta kepada Allah untuk menjadikan Bulan Ramdhan ini menjadi bulan daripada kaumnya Nabi Muhammad. Bagaimana tidak disetujui oleh Allah ketika manusia yang paling dicintai dan yang dijanjikan masuk surga oleh-Nya yang meminta?

Bulan yang sangat identik dengan berpuasa selama sebulan penuh. Tapi tidak semua umat muslim berpuasa. Karena dikatakan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yaitu Allah memanggil orang-orang yang beriman saja, bukan memanggil kaum muslimin. Lalu apa korelasinya? Sadar atau tidak, semua orang mukmin itu muslim, tapi tidak semua muslim itu mukmin. Jadi melaksanakan ibadah puasa di bulan ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman saja, dan bersyukur buat yang melakukannya karena itu berarti ada keimanan dalam hatinya.

Tapi yang sesungguhnya ingin saya bahas disini bukanlah tentang hal ini, melainkan yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa amal ibadah apapun yang kita lakukan di bulan ini bernilai pahala sangat besar, dan bahkan Allah sudah berjanji untuk melipatgandakannya. Bukan hanya satu, dua, seratus, melainkan tujuh ratus kali lipat dari nilai ibadahnya.

Selain itu juga, amalan sunah yang kita lakukan bernilai seperti amalan wajib. Kurang baik apa Allah kepada kita semua? Hehe. Apalagi ketika tarawih dimana kita melaksanakan total sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat.

Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang memang khusus hanya ada di Bulan Ramadhan saja, makin mantap saja pahala yang Allah berikan kepada kita. Tapi kemudia gejolak dalam hati timbul ketika ada penawaran acara buka puasa bersama orang-orang yang mengundang kita.

Pengertian ibadah sunah ini yang sering membuat kita menjadi lupa diri. Selama ini, ibadah sunah sering kita artikan bahwa ketika kita menjalankannya kita mendapat pahala, tapi ketika kita tidak menjalankannya, tidak apa-apa karena tidak berdosa.

Sungguh disayangkan hal seperti ini. Apalagi ketika kita mengetahui makna hadirnya Bulan Ramadhan. Ibadah sunah memang berpahala ketika melakukan dan tidak berdosa ketika tidak melakukan, tapi andai saja semua dari kita berpikir bahwa ketika kita tidak melakukan maka kita mendapat kesia-siaan yang sangat besar. Terlebih di bulan ini yang mana Allah sudah menjanjikan berkali-kali lipat pahalanya.

Naaah, gejolak ketika mendapat undangan buka puasa bersama ini menarik untuk diperbincangkan. Sebisa mungkin kita menghadiri undangan tersebut, karena biasanya yang mengundang adalah orang yang memang sudah lama tidak bertemu. Selain bisa melepas rindu, berpahala juga karena mempererat silaturahim.

Tapi disadari atau tidak, hal tersebut terkadang membuat diri kita menjadi menunda-nunda waktu solat. Sebagai contoh, ketika kita sedang asik mengobrol membahas ini itu, kemudian adzan isya, kebanyakan dari kita pasti memilih melanjutkan obrolan tersebut sambil mengunyak apa yang ada di sekitar kita.

Terlebih ketika kita melakukan pertemuan di tempat yang tidak dekat dengan masjid dan tidak terdengar suara adzan, bisa dipastikan makin menjadi. Sehingga dari kita sering lebih mendahulukan yang bukan kewajiban dibandingkan yang wajib.

Selanjutnya kebiasaan dari kita ketika melakukan buka puasa bersama, karena terlalu asik dengan bahasan bersama teman-teman, sehingga solat tarawih pun juga dilewatkan. Mungkin kita beralasan, “nanti juga di rumah solat kok”. Percayakah? Saya percaya. Karena pasti ada yang solat, dan mungkin ada yang tidak solat. Tentunya dengan berbagai alasan-alasan salah duanya adalah ibadah sunah dan lelah.

Sahabat, kejadian semacam inilah yang sebenarnya sangat disayangkan. Karena kalau kita mengetahui hakikat dari Bulan Ramadhan dan pahala-pahala yang ada, pasti hal semacam itu tidak akan kita lewatkan.

Lantas, bagaimana caranya agar semua bisa kita lakukan tanpa harus melewatkan satupun? Gampang.

  1. Pilihlah skala prioritas buka puasa bersama mana yang kita ikuti. Hadirilah buka puasa bersama tersebut tetapi dengan tidak meninggalkan solat wajib dan sunah tarawih. Kalau bisa, ajak teman-teman ikut berjamaah.
  2. Hadirilah bukan puasa bersama yang diadakan di rumah pribadi. Karena selain suasana ramah tamah lebih asik, solat pun juga lebih menyenangkan karena tidak ada gangguan ramai-ramai dari luar.
  3. Ketika kita anggap solat tarawih bisa mengurangi waktu kebersamaan bersama teman-teman, lakukanlah solat isya terlebih dahulu. Tapi berjanji bahwa solat tarawih akan dilakukan di rumah. Dan benar-benar dilaksanakan.

Sungguh diriku pun masih terus berupaya melakukan ketiga hal di atas. Bukan bermaksud untuk menggurui atau menyombongkan diri, mari bersama-sama memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk kita mencari pahala sebanyak-banyaknya. Karena ketika bulan yang penuh dengan keberkahan ini meninggalkan kita sementara kita tahu esensinya, pasti kita akan sedih.

So, mau pilih hidup dalam kesia-siaan atau hidup dalam kemenangan??

Hidup Tidak Hanya Untuk Uang
Uncategorized
June 22, 2015
0

Rasa syukur benar-benar saya panjatkan kepada Allah SWT, karena saya diizinkan mendapat kesempatan untuk berbuat baik demi orang banyak melalui jalan bekerja di salah satu kementrian negara. Sementara banyak orang di luar sana yang bersusah payah dan “ngebet” untuk mendapat kesempatan seperti saya.

Menjalani hal ini tidaklah terlalu mudah pada awalnya. Bagaimana tidak, saya yang notabene bukanlah orang yang terlalu senang dengan aturan-aturan yang mengikat tetapi harus melakukan hal ini. Huft. Tapi ketika mengingat bahwa tidak banyak orang mendapat kesempatan ini, maka semangat untuk menjalaninya mulai tumbuh.

Ketika saya berkumpul dengan teman-teman dimana saya menimba ilmu di salah satu LSM di Jakarta, ada banyak yang bertanya kepada saya,

 

“Kerja dimana lu Dit sekarang?” .

“Di Kementrian xxx, alhamdulillah” , sahutku.

“Wah, PNS lu yak sekarang? Enak itu, kerja nyantai, duit lumayan dah” , timpal temanku itu.

“Nah, kalau itu kaga paham dah gua” , kataku membalas jawaban temanku.

 

Saya bingung, heran, shock. Apakah bekerja sebagai PNS memang seperti itu. Padahal kalau melihat orangtua saya, mereka bekerja tidak santai, dan gajinya pun tidak terlalu besar. Tapi saya tidak pernah menanyakan tunjangan-tunjangan yang mereka dapat, karena saya tidak pernah terlalu tertarik membahas masalah itu.

Saat saya mulai bekerja, ternyata kondisi kantor khususnya bagian keuangan memang sedang ramai diperbincangkan. Hampir semua membahas masalah uang yang belum dibayar, dan lain-lain. Seru sekali untuk saya ikuti beritanya, karena terkait hajat hidup orang banyak.

Gaji tak kunjung dibayar, semua ramai. Tunjangan kinerja tak kunjung dibayar, ramai juga. Uang perjalanan dinas belum turun, ramai juga. Bahkan, perjalanan dinas yang hanya sehari untuk mengikuti kuliah umum dengan menteri, sudah ramai membahas masalah apakah ada uang yang didapat. Huft.

Saya tidak bisa dan tidak ingin menyalahkan siapapun terkait hal ini. Karena tujuan setiap orang mengambil keputusan untuk bekerja sebagai PNS berbeda-beda. Ada yang fokus pada pendidikan, ada yang fokus pada pengembangan karir, dan ada juga yang fokus pada pendapatan.

Terkait alasan yang paling akhir, memang benar semua orang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi disadari atau tidak, hal itu bagi sebagian orang pasti menjadi fokus utama, khususnya bagi yang sudah berkeluarga.

Memang ketika saya menulis ini saya belum berkeluarga dan belum merasakan bagaimana rasanya ketika uang tidak kunjung hadir di tengah saya saat keluarga membutuhkan. *Mohon doa semua yang membaca agar saya segera memiliki keluarga kecil dan menikah tidak lama lagi, hehe* .

Fakta yang saya lihat di lapangan sangat menyedihkan. Banyak orang sedih, bawel, stres, ketika uang gaji tidak kunjung turun atau terlalu kecil sehingga dirasa kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Lantas saya sedih di bagian mana?? Saya sedih di bagian, saya melihat beberapa orang terlalu terfokus memikirkan masalah tersebut. Tapi, ibadah yang dilakukan tidak sesemangat dibanding membicarakan masalah uang.

“Jangan sok tahu lu Dit, ibadh itu urusan manusia sama Allah. Ga perlu ditunjukkin di depan manusia juga kan?”

Yuhuuu, that’s right. Apa yang saya utarakan hanyalah sekilas yang sering saya lihat. Bersemangat, berkoar sana sini membahas uang, tapi ibadahanya?? Minimal solatnya, baca qur’annya, aah sudahlah.

Saya dulu juga salah satu bagian dari mereka yang melakukan hal itu. Saya terlalu terfokus pada uang (money oriented). Namun alhamdulillah kemudian saya tersadar, bahwa apa yang saya lakukan tidaklah benar. Perubahan harus saya lakukan, dan setelah bertemu dengan orang-orang hebat yang membantu saya tersadar akhirnya orientasi pun kemudian berubah.

Uang memang dibutuhkan, tapi tidak semua hal membutuhkan uang. Jika kita terlalu fokus pada uang, uang, dan uang, hidup kita akan hancur. Banyak buktinya toh? Orang cerdas, tapi karena terlalu fokus pada uang, akhirnya penjara yang menjadi tempat tinggal selanjutnya.

Sahabat, ketika kita mendahulukan Tuhan dalam setiap langkah, maka kepanikan pasti bisa diminimalisir. Ketika ibadah kepada Tuhan tidak kita kesampingkan dan menomorsatukan hal itu, pasti hidup kita akan tenang.

“Pede banget lu Dit ngomong gitu, kayak pernah aja”

Pernaaaaah. Karena saya pernah merasakan, maka dari itu saya berani bicara seperti itu. Dan sampai saat ini bukan saya bermaksud sombong, tapi saya selalu berusaha agar istiqomah dalam menjalaninya. Mengajak Allah dalam setiap urusan dan mencintai Tuhan dengan sebenar-benarnya cinta. Ketenangan, kenikmatan, dan tidak takut akan hal yang bersifat duniawi, itulah yang saya rasakan.

Jangan pernah membuang waktu hanya untuk memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terlalu untuk dipikirkan, karena sesungguhnya ketika kita memikirkan ibadah dan cinta kita ke Allah itulah yang seharusnya dilakukan. Bahkan pikirkan ketika kondisi kita tidak sedang dalam keadaan beriman dan jauh dari Allah, Tuhan Semesta Alah.

Nikmati Ketidaknikmatan
Uncategorized
June 21, 2015
0

Menjalani kehidupan yang “Gue Banget” memang sangat menyenangkan, karena kita dapat benar-benar melakukan hal yang kita senangi dan kita pun dapat melakukannya, bahkan menjadi seorang ahli. Lantas bagaimana ketika hidup yang kita jalani tidak sesuai dengan kemampuan kita dan kita tidak mencintai sama sekali dalam menjalaninya??

Sesungguhnya itulah yang saya rasakan saat ini. Saya menjalani kehidupan yang bukan “Gue Banget” bahkan semenjak saya SMA. Rasanya? Sama sekali tidak menyenangkan. Selalu dan selali mengutuk diri ini, kenapa saya harus melakukannya dan saya seperti orang yang tidak bisa menerima hal itu.

Saya hanyalah seperti seekor kerbau yang dicolok hidungnya dan mengikuti perintah tuannya. Setidaknya hal itu saya rasakan sampai akhirnya diri ini tersadarkan bahwa hidup tidak bisa terus-menerus mengutuk mengenai segala hal yang terjadi.

Mencoba sesuatu yang sangat berlawanan dengan apa yang dijalani menjadi salah satu cara untuk mencoba mencari kehidupan yang benar-benar “gue Banget”. Apakah saya yakin ketika melakukannya? Awalnya tidak sama sekali, namun jika diri ini tidak yakin maka saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah menemukan jawabannya.

Ketika menjalani segala sesuatu yang harus berhubungan dengan sesama manusia secara lagsung, bagi saya sangatlah menyenangkan. Berbeda ketika harus berhubungan dengan alat-alat laboratorium, saya seperti ingin teriak dan menangis. Itulah saya.

“Bagaimana ketika apapun yang kita lakukan saat ini sangat berbeda jauh dari minat dan kesukaan kita?”

Setidaknya itulah yang saya tanyakan kepada banyak orang, termasuk guru saya sendiri. Dan banyak jawaban yang saya dapatkan dari mereka yang membuka hati dan pikiran ini. Bodohnya saya adalah sebenarnya saya mengetahui jawabannya, tapi malas sekali untuk berpikir. Bodohnyaaa . . .

Pilihan harusnya diambil. Terlebih lagi jika apa yang kita lakukan saat ini bukanlah pilihan kita, melainkan orangtua. Sebagai seorang anak, bolehlah kita mengkomunikasikan dengan mereka perihal keinginan kita. Namun ketika orangtua tidak menghendakinya, jalan satu-satunya adalah IKUTI.

Yang berbahaya yaitu kita mengikutinya, hanya saja umpatan ketidaksenangan selalu kita lakukan. Padahal, umpatan apapun yang kita lakukan akan menjadi doa. Doa baik atau buruk, tergantung umpatan yang kita lakukan.

“Lalu, bagaimana agar kita bisa menikmati hal yang tidak kita senangi?”

Jawaban awal adalah BERSYUKUR. Keren ya? Hehe. Tapi ini benar, karena banyak orang di luar sana tidak seberuntung dan sebaik yang kita dapatkan. Apakah pantas ketika kita mendapat sesuatu yang belum tentu banyak orang dapatkan tapi kita mengeluh dan mengeluh saja?

Setelah bersyukur, selanjutnya yang harus atau bisa kita lakukan yaitu NIKMATI. Agak gila memang ketika kita diharuskan melanjutkan kehidupan di tempat yang tidak kita nikmati, namun disuruh untuk menikmati. Heeeey, setidaknya itulah yang sata lakukan. Karena ketika kita menikmati maka segalanya akan menjadi mudah. Ingat, hanya terasa. Tapi sangat bagus kalau kita benar-benar menikmatinya.

Yang terakhir menurut saya yaitu lakukan hal-hal di luar rutinitas kita yang menunjang kecintaan kita. Contoh, bekerja di bidang migas dan penelitian yang harus bermain dengan alat laboratorium, sementara hati ini enjoy dengan interaksi sosial yang mana bisa membuat orang banyak lebih memiliki semangat dalam hidup, lakukanlah kedua hal tersebut. Tentunya di jam yang tidak mengganggu jam utama.

Bukanlah bermaksud untuk mengajak sahabat untuk mencoba banyak hal dalam satu waktu, namun setidaknya hal itulah yang saya lakukan dan membuat diri ini menjadi lebih tenang dan aktivitas yang sebenarnya tidak kita senangi pelan-pelan tidak akan terasa.

Ketiga hal di atas merupakan sedikit pengalaman yang saya rasakan. Nikmat atau tidak? Silakan mencobanya.

Menikmati ketidaknikmatan? Siapa takut 🙂

Tamparan Kebaikan
Uncategorized
June 3, 2015
0

“Dalam hidup di dunia ini, what’s your purpose and passion??” Read more

Pentingkah Kepercayaan??
Uncategorized
May 27, 2015
0

Ada sebuah cerita yang sangat menarik yang ingin saya ceritakan pada tulisan ini. Cerita ini saya dapatkan dari guru saya. Jadi, sebelum saya memulainya, izinkan saya untuk bercerita terlebih dahulu. Read more

Pemimpin vs Penguasa
Uncategorized
May 21, 2015
0

“Semua ini terjadi karena pimpinan yang kemarin-kemarin tidak menindak dengan tegas perbuatan yang tidak baik itu” Read more

Aku Tidak Sendiri
Uncategorized
May 12, 2015
0

Terimakasih Tuhan, aku berada di dunia dimana semua orang saling tolong menolong Read more

Skip to toolbar