Ilmu bagi dunia dan akhirat

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ

وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْم

رواه الطبراني

Artinya:

Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, mak ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani)

Ilmu bagi kehidupan dunia

Bagi seorang muslim, dunia bukanlah akhir dari segalanya, artinya bahwa sesungguhnya ada kehidupan di akhirat setelah kematian di dunia. Maka, tersebutlah do’a yang mengajarkan setiap muslim agar ia berharap kelak memperoleh kebaikan di dunia dan di akhiratnya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka

Amat banyak sekali ajaran-ajaran Rasulullah SAW yang mengarahkan kita kepada keselamatan di dunia dan di akhirat yang keseluruhannya merupakan peribadatan kepada Allah SWT, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hadits di atas, merupakan kunci emas bagi manusia agar ia bisa selamat, agar ia bisa sukses, tenang dan bahagia di dunia dan di akhirat, yaitu dengan memiliki ilmu. Mengapa? Karena dengan ilmulah Nampak jelas antara yang halal dan haram, antara hitam dan putih, antara kebaikan dan keburukan, antara jalan yang benar dan jalan yang salah.

Bila seseorang menghendaki dunia ada pada dirinya, maka ia harus memiliki ilmu dunia, sehingga ia bisa menaklukan apa-apa yang ada di dunia, sehingga ia bisa menggapai keinginan atau ambisinya dengan ilmu keduniawian. Contohnya, seseorang yang menginginkan harta yang meilmpah di dunia, ia tentu harus memiliki ilmu tentang bisnis, tentang manajement keuangan, tentang membaca arah peluang, dan tentang ilmu apapun yang mengarahkan ia pada kesuksesan hartanya di dunia. Bayangkan seseorang yang ingin kaya raya, namun ia tidak memiliki sedikitpun ilmu pengetahuan tentang cara mendapatkan uang, maka sampai kapan pun ia tidak akan bisa mendapatkan uang yang melimpah ruah.
Seorang pedagang yang mementingkan dunia saja, ia hanya berorientsi pada materi semata, kebahagiaan ada pada banyaknya harta, maka ia akan melakukan apa saja demi mendapatkan kekayaan duniawi tersebut, tak peduli halal atau haram. Maka, orang seperti ini hanya akan mendapatkan kebahagiaan dunia, itupun hanya dinilai dari kacamata kekayaan duniawi, tidak kekayaan hati.

Ilmu bagi kehidupan akhirat

Kemudian, bagaimana dengan seseorang yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan di akhiratnya? Apakah harus dengan memiliki ilmu akhirat juga? Jawabannya tentu! Ia wajib memiliki imu tentang akhirat. Akhirat sendiri merupakan hal ghaib, ia belum bisa diketahui oleh seseorang sampai seseorang tersebut membuktikannya dengan meninggalnya. Namun, bagi seorang muslim, akhirat merupakan tempat dimana ia akan melihat jelas-jelas bagaimana balasan perbuatannya selama di dunia, dan setelahnya ia akan ditempatkan di tempat yang baik atau di tempat yang buruk.

Seorang muslim tentu mempunyai aturan tersendiri yang di ajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya. Kehidupan seorang muslim semuanya telah ada aturannya, sebab Islam merupakan agama yang universal (menyeluruh), ia bagaikan sistem kehidupan yang mengarahkan kepada ketenangan hidup di dunia dan di akhirat, karena ajaran islam telah sesuai dengan fitrah manusia. Lalu, bagaimana cara mengetahui aturan atau sistem tersebut? Tentunya kita bisa tahu dengan cara mempelajarinya, kita bisa paham dan ikhlash menjalankan sistem tersebut apabila kita tahu ilmu-ilmunya. Maka, seseorang yang ingin hidupnya selamat di akhirat, tentu wajiblah ia memahami dan mengamalkan ilmu tentang akhirat.

Seseorang yang paham dan mengamalkan ilmu-ilmu akhirat sewaktu di dunianya, maka ia akan taat dan patuh kepada Allah SWT, ia tidak ingin melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah SWT, agar apa? Agar ia selamat dan bahagia di akhirat, sesuai dengan kehendak yang ia pilih untuk kebahagiaan di akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ١١

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (Al-Buruj – 11)

Kemudian, bagaiamana jika seseorang yang ingin mendapatkan keselamatan di akhirat, namun ia tidak memiliki ilmu tentang akhirat itu sendiri? Tentu ia akan kehilangan arah, karena ia tidak bisa membedakan mana perbuatan yang diridhoi Allah SWT dan mana perbuatan yang mengundang azab Allah SWT kepadanya :

إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ١٢

  1. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (Al-Buruj – 12)

Ilmu bagi kehidupan dunia dan akhirat

Telah dijelaskan bahwa seseorang yang menginginkan dunia, maka ia harus memahami ilmu tentang dunia. Begitupun seseorang yang menginginkan akhirat, maka ia harus memahami ilmu tentang akhirat. Namun, bagaimana jika seseorang yang menginginkan dunia dan juga menginginkan akhirat? Tentulah ia harus memahami ilmu mengenai dunia dan akhirat, ia harus pandai mengatur kegiatan hariannya sehingga ia  memperoleh kebahagiaan di dunia, sekaligus bahagia juga di akhirat kelak.

Dalam agama islam, kita mengenal sikap Tawazun, yang berarti seimbang.  Seorang muslim yang baik, ia akan mempertimbangkan sikap-sikapnya agar bisa memperoleh keuntungan di dunia sekaligus di akhirat kelak. Seorang pedagang yang memahami ilmu dunia dan akhirat,ia paham batasan halal dan haram dalam perdagangan, maka ia akan berdagang dengan jujur dan amanah, karena ia paham, kekayaan yang didapatkan tanpa nilai kehalalan atau keberkahan, hanya akan menjadi penghalangnya untuk memperoleh keselamatan di akhirat kelak, apabila datang waktu sholat, ia bersegera menunaikannya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٩ فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠

  1. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
  2. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung

(al-Jumu’ah : 9 – 10)

Seorang hamba yang mengerti konsep tawazun dalam beribadah, ia akan beribadah sesuai dengan kemampuannya, ia tidak akan memaksakan hal-hal yang diluar kesanggupannya, karena dia paham apabila ia melakukan ibadah yang diluar kesanggupannya, kemungkinan besar ia akan sakit dan akan mengganggu aktifitas kesehariannya dalam bekerja. Nah, kepahaman ini hanya bisa didapatkan dari seseorang yang memiliki ilmu dunia dan akhirat.

tak ada bahagia 100%
Uncategorized
June 13, 2015
0

Tidak ada orang yang 100% bahagia dan 100% bersedih…

Umumnya…
1. Ketika masa kanak-kanak, kita mempunyai Waktu dan Kesehatan.. Namun tidak mempunyai Uang
2. Ketika tumbuh menjadi Dewasa, kita sudah berpenghasilan, kita mempunyai Uang dan Kesehatan, tetapi kita tidak mempunyai Waktu
3. Beranjak tua, kita pun memiliki Waktu dan Uang, tetapi tidak mempunyai Kesehatan.

Tidak ada orang yang 100% bahagia dan 100% bersedih…
Setiap orang mempunyai ujiannya masing-masing dan akan senantiasa diuji kehidupannya, agar apa? agar ia senantiasa paham bahwa hanyalah Alloh SWT tempat memohon dan tempat kembali segala makhluk. Simplenya agar ia tidak sombong dan melupakan Tuhan-Nya, walau-pun masih amat banyak orang yang ditimpa ujian dan malah melupakan Tuhan-Nya. wallahu a’lam.

Aku, apakah akan melupakanmu?
Uncategorized
March 9, 2015
0

Setiap orang, tentu pernah merasakan hal terlelah dalam menjalani hidupnya
Dan seketika, seakan hidup terasa sepi begitu saja
Kemudian nostalgia bercerita mengenai perjuangan yang telah dilaluinya
Kapan ia terlahir, hingga sekarang telah mampu tuk beridiri di atas kaki sendiri

Mungkin saat itu, ia akan mengenang orang-orang terbaik dalam hidupnya
Orangtuanya: yang berjuang mati-matian untuk kehidupannya
Gurunya: yang tulus murni mengajari berbagai ilmu untuknya
Sahabatnya: yang sejak kecil menjadi saksi hidupnya

Namun, sedihnya ketika manusia telah mengenal sebuah cita-cita
Konsekuensinya? ia akan banyak meluangkan waktu untuk mengejarnya
Terpahitnya adalah ia harus memfokuskan diri hanya untuk menggapainya
Perlahan tak ada waktu lagi untuk orang-orang yang mencintainya, kemudian melupakan mereka; begitu saja

Hal terburuknya adalah ia akan melupakan hubungan dengan Tuhan-nya….
Jika saja yang ia cita-citakan, ujungnya hanya untuk kesenangan dunia semata
Ambisi nafsu pun membutakan mata
Dan selalu menyisakan luka dalam setiap langkah

Lalu? Hati jua-kan gundah gulana; resah dada tiada tara
Bisa jadi saat itulah telah tiba titik jenuh kehidupan manusia
Dimana ia membutuhkan walau secercah sinar yang terbit di dasar dada
Jika dalam pepatah “habis gelap terbitlah terang”
Tentu, semua orang rindu akan ketenangan – kedamaian
Yang memeluk hatinya, mengumpulkannya bersama shalihin-shalihat.. kapan dan dimanapun berada…


“Apapun kesibukan kita, berusahalah untuk tetap menyapa orang-orang yang telah berjasa akan kesuksesan kita sekarang”

“Sholehnya pribadi seseorang, akan dikatakan lengkap jika ia telah mampu untuk mensholehkan orang-orang disekitarnya”
—-

Jakarta Selatan, 16 Februari 2015 – 19.17 WIB

Tangisan di jalan ini, murni ketulusan
Uncategorized
January 19, 2015
0

Kau tahu,

Jalan ini melelahkan, penuh cobaan dan rintangan

Menguji mental serta kesetiaan

Meminta untuk terus bergerak tak kenal henti

Menguras tenaga juga pikiran

Menyita waktu, menuntut keistiqomahan

 

Tangisan di jalan ini, murni ketulusan

Luka di medan ini, bukti pengorbanan

Aah! jikapun ada kegalauan, tentu karena sedikitnya amalan

 

Duhai jiwa yang mengabdi kepada Tuhan-nya

Tak kau harapkan selain keridhoan

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…” (Al-Ankabut :69)

Tertegaknya keadilan terhapusnya kedzoliman

 

 

Berpuluh malam kau hidup bersama rembulan

Memikirkan proses kemashlahatan

Tergabung dalam rantai ukhuwah keimanan

“dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Anfal : 63)

 

“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, siapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahal besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini” (Imam As-Syahid Hasan Al Banna)

 

Ayo Jadikan Hari ini, Hari Terbaikmu!!!
Uncategorized
December 29, 2014
0

Disaat kita dalam keadaan malas

diam terpatung memikirkan kemalasan tersebut

seakan tidak mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan

menganggap hidup ini akan berjalan normal dan baik-baik saja

melupakan target-target kehidupan dunia – akhirat kita

 

Sepertinya kita harus sejenak berhenti dari penjara hati dan pikiran tersebut

Kemudian perlahan bangkit dari tempat tidur atau tempat yang membuat kita nyaman dan perlahan melenakan

Kita harus bisa menarik diri kita sekuat mungkin, dan berjalan keluar melihat kehidupan real di masyarakat

 

Maka akan kita temukan berbagai kesibukan disana

Di pagi hari, saat fajar belum menyingsing-pun kehidupan telah dimulai

Setiap orang berlomba untuk menjadikan hari ini adalah hari terbaiknya

Mereka mampu bangun pagi dan mengeksekusi kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya

Mereka tidak terbuai, dengan angan kosong, kesenangan sesaat, kesombongan yang menipu, status yang bohong, kepribadian yang munafiq

 

Sebagian mereka ada yang telah sibuk mendirikan sholat tahajjud di 1/3 malam terakhir, sebagian yang lain telah sibuk menghafal dan mengajarkan firman-firman Allah SWT, sebagian yang lain pun ada yang telah memasak makanan untuk dijual agar kelak bisa membiayai kehidupannya terlebih kehidupan keluarganya, dan begitupun kesibukan-kesibukan yang bermanfaat lainnya

 

Mereka telah mempunyai visi hidup yang jelas

Mereka pegang kuat visi tersebut, tak boleh ada yang menggagalkannya

Mereka adalah hamba yang ikhalash beribadah, pekerja keras, wirausahaan yang paham mencari keberkahan, pemimpin yang sholeh, da’I yang istiomah dalam berdakwah

Kehidupan mereka berarti untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya, dan dunia

 

Maka, bila sudah kita mengenal mereka

Akankan masih timbul rasa malas yang menghancurkan di dalam diri kita?

Sedang waktu terus berjalan tanpa peduli keadaan kita sekarang

Waktu perlahan habis, kesempatan beramal semakin sedikit, sedang dosa-dosa kecil tak tersadarkan terus menumpuk menjadi dosa yang amat banyak

Tanggung jawab tidak dilaksanakan, hutang semakin banyak

Kemudian hidup terasa gersang dan mulai berfikir diri tiada arti

 

Ayo bangkit sobat!!!

Lepaskan belenggu kejahiliayan!!!

Kembali kepada fitrahmu sebagai hamba yang tunduk taat menyembah-Nya

Maka akan kau temukan ketenangan hidup

Masa depan yang cerah adalah hak bagi setiap insan yang mau berusaha

Lenyapkan keraguan, jangan sibuk dengan hal yang tidak penting

Bangkitkan semngat ummat Rasul SAW yang meneladani suri tauladannya

Percayalah, ada kemuan ada jalan, kemuan ditambah dengan usaha, maka makin terbuka jalan untuk kesuksesan

Semoga Allah mempermudah setiap langkah-langkah kita untuk mencapai kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Ayo!!! Jadikan pagi ini adalah pagi terbaikmu!!!

Semangat! Allahuakbar!!!

 

29 Desember 2014, 07.45 WIB

hatiku tenang bersamanya
Uncategorized
December 26, 2014
1

Oh, betapa nikmatnya tangisan ini
Damai, menenangkan jiwa yang telah lama gersang
Melepaskan sesak dada yang tersumpal noda dosa membusuk
Mengecap syukur atas kesempatan yang masih diberikan-Nya

Allah, terimakasih telah menurunkan alQur’an sebagai obat hati kami
Bersamanya ada tetes tangis pertaubatan
Disana pun muncul pula rindu yang menjadi harap, agar kelak bisa membersamai mereka,
Para kekasihmu yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdekat dengan alQur’an
Dan semoga aku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menjaga alQur’an dengan cara menghafalnya dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Allah, terimakasih telah memberikan kami banyak kesempatan:
Kesempatan untuk mengharap kepada-Mu
Kesempatan untuk berdo’a kepada-Mu
Kesempatan untuk tersadar dan kembali ke jalan-Mu
Kesempatan untuk menangis harap akan petunjuk-Mu
Kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang sholeh pilihan-Mu

Allah, nyamankan hati kami ketika membacanya
Tenang dan damaikan kehidupan kami bersamanya
Angkat derajat kami dengannya
Dan sentuhlah hati kami, sadarkan dan ingatkan kami, agar bisa terus mempelajari dan mengajari alQur’an

25 Desember 2014 pukul 23:34 WIB

Puisi Cinta, Untukmu
Uncategorized
December 23, 2014
0

Dear,

Mau kah kau berjuang denganku…

Menjadi orang pertama.. yang selalu mendukung langkah-langkahku

Menjadi pendamping.. yang tegar dan setia menemaniku dalam menebar nilai-nilai kebaikan

 

Dear,

Sudikah dirimu untuk…

Memarahiku sejadi-jadinya, ketika aku lalai dalam melaksanakan tugas-tugas dakwah

Menegurku, dengan cara yang paling romantis menurut versimu, ketika aku perlahan melupakan alqur’an dan hadits

Bagiku, kita boleh mencintai dan membenci seseorang dengan satu alasan: karena Allah

 

Dear,

Kita semua tahu, tak ada kesempurnaan yang dimiliki seorang hamba

Adapun rasa khawatir karena takut tidak bisa menjadi seperti yang diharapkan, bagiku itu adalah salah satu dari berjuta-juta rasa cinta

Namun, kita berjuang bersama untuk menggapai ridho-Nya, bukan?

Aku teringat akan nasihat dari seorang Ustadz akan kunci-kunci kesuksesan, Beliau mengatakan:

4 Kunci kesuksesan hidup:

  1. Ibadah = Keikhlasan
  2. Ekonomi = Keberkahan
  3. Keluarga = Kesholihan
  4. Dakwah = Keistiqomahan

Dan aku pun teringat dengan sebuah nasihat,

Nasihat yang menjadikanku yakin untuk: memilihmu

“menikahlah, dengan seseorang yang jika engkau bersamanya, maka kau yakin akan tecipta kuat dan semakin kuat jalan dakwah, bi-iznillaah; in sya Allah”

Dear, Alangkah indahnya bila suatu saat nanti, kita merajut harapan yang sama, satu rasa-satu perjuangan. Semoga. Aamiin.

@albarraeresmair

23 Desember 2014 pukul 15.58 WIB

 

Ibu, kau membuatku bingung!
Uncategorized
December 23, 2014
0

Ibu, aku bingung kepadamu

Telah ku datang kepadamau dengan segala kekurang dalam dunia akademikku

Namun, kau sambut diriku dengan senyum bangga

Kau menghiburku dengan alasan –aku telah berusaha-

Kemudian kau memanjatkan do’a, memohon kepada Allah agar berkenan mempermudah urusanku dan menyukseskan hidupku

 

Ibu, haruskah ku menangis setiap hari karena mengingat segala tulus kasihmu

Haruskah ku menangis setiap hari karena mengingat segaladosaku padamu

Betapa percayanya dirimu kepadaku

Padahal kau tahubahwa aku sering melewatkan kesempatan yang ada

Betapa malu diriku kepadamu

 

Ibu, kau tahu segala kelemahanku

Namun, sampai saat ini

Kau masih percaya bahwa AKU BISA MENGGAPAI CITA-CITAKU

Oh, bila tiada dirimu nanti

Tentu tak sanggup ku mencari ganti dirimu di sisi

 

Ibu, kau membuatku bingung seakan tak percaya ada insan sebaik budi pekerti

Seni Kematian
Uncategorized
December 23, 2014
0

Sebelum kau tidur dan meninggalkan urusan duniamu
cobalah sejenak pejamkan mata
namun bukan utk tertidur, melainkan utk mencoba merenungi fasilitas hidup yg kau dapatkan tadi pagi, siang, senja, hingga masa malammu kini
fasilitas dari Allah SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

apa yg sudah kau lakukan dgn semua fasilitasNya?

Berpikirlah! Bagaimana bila semua kenikmatan fasilitas itu di tarikNya dari tubuh hinamu
atau, sebesar apa hutangmu apabila oksigen tdk akan kau dapatkan kecuali kau harus membelinya?

Rasakanlah! Rasakanlah nada denyut jantungmu
rasakanlah! Rasakanlah nada denyut nadimu

tanyakan pada dirimu yg orng lain tdk bisa menjawabnya
bagaimana nasibmu bila nada itu tiba tiba berhenti tak kau sadari
nada itu sunyi, sepi, tak ada getaran dan perlahan nada itu berubah menjadi derap derap kematian, genderang kematian

kematian, suatu episode perjalanan manusia yg sering kali terlupakan

ketika nyawa dicabut dari ujung kaki terus naik hingga ujung kepala, dan tak ada yg dapat mengentikannya walau pasukan perang terkuat sekalipun
bagaimana sakitnya?
Bagaimana perihnya?

Tiba tiba ruhmu hilang dari dunia dan TAK ADA SEORANGPUN YANG MAU TIDUR DENGAN JASADMU

sendiri, bertemankan binatang tangah yg mendapatkan makanan lezat, MAYATMU!

tak ada kemewahan dunia
tak ada keindahan rupa
tak ada apapun selain amal yg akan menemanimu
itupun, amal yg akan menemanimu dengan keramahan atau amal yg ajan menemanimu dengan kebencian yg teramat kepada dirimu

renungkanlah, tak ada yg tahu di bumi mana kau akan mati

baik – buruk
husnul khotimah – su`ul khotimah
nikmat – azab
surga – neraka

kematian adalah seni… bagaimana kau akan membuat seni kematianmu?
Semoga saja syahid di jalanNYA. Aamiin

Rantau dan Sunyi (Qodisiyah-Riyadh, 9 April 1988)
Uncategorized
December 23, 2014
0

Kehidupan terkadang membutuhkan ketangkasan, ketangkasan dapat berlaku di segala sendi-sendinya
Tapi,
Hati ini terasa sunyi
Yah sunyi!
Entah apa penyebabnya?

Sunyi bukan kerena tidak ada teman bergaul
Sunyi bukan tak ada tempat mengadu
Sunyi bukan tak ada suara
Sunyi bukan tak ada lagi keluarga tempat bertumpu
Sunyi bukan tak ada lagi problema hidup yang harus ku selesaikan
Bukan! Semua itu bukan!

Kesunyian itu datangn justru ketika gelombang memaksa aku harus mengayuh dayungku dengan gesit!
Mengapa, Ya mengapa?
Seharusnya aku tak bertanya lagi
Pengalaman orang lain sudah cukup menjadi pelajaran bagi diriku

Bukankah dapat kusaksikan orang-orang yang telah selamat mendayung sampan sampai ke tepi, dan bukankah banyak orang lain yang telah gagal dan hanyut terbawa arus, angin kencang telah merobek layarnya, lalu ia-pun tenggelam dalam amukan badai… Atau merubah haluan, menitip diri di biduk lalu yang belum diketahui kemana tujuannya

Kesunyian itu datang, justru ketika aku berada di garis-garis yang sangat menentukan bagi kelangsungan kuliahku

Kesunyian itu datang saat aku sedang bermain billiard di Nadi Asrama Qodisiyah dan ketika aku belajar dan bergurau di kamarku bersama teman-temanku

Kesunyian itu datang ketika aku berjalan-jalan di pasar Batha atau ketika aku bermain volley dan sepak bola di dekat asrama Yarmuk di Ulaya

Kesunyian itu datang, justru ketika aku sholat di sebuah masjid tua kurang lebih 12 m dari stasiun bus kecildi Bathaatau ketika aku solat sunnah rawatib, juga ketika aku bertahajjuddi malam hening

Dan kesunyian itu datang ketika aku membaca al-qur’an dan ketika mendengar adzan berkumandang dari arah selatan asramaku yang sangat menyentuh perasaan

Yaa Allah….
Di hati ini ada mutiarayang selalu bersinar
Sinar itu meredup… Mutiara berselimut…
Asingnya bumi perantauan adalah kabut
Rindu mutiara menggunung
Inikah sunyi seorang perantau…?!

-My Eresmair-

Skip to toolbar