4 Kebolehan Tetapi Jangan Berlebihan

Sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya dan kita semua adalah, segala sesuatu yang kita lakukan sudah diatur secara detail oleh Allah swt. Islam aaktivdalah agama yang memiliki aturan di setiap aktivitas kehidupan umatnya. Maka betapa beruntungnya kita, sebagai umat muslim bisa melakukan hal-hal yang baik tentunya dengan pedoman atau patokan yaitu Al-Quran dan Hadist. Di dalam Al-Qur’an segala aspek sudah dijelaskan, dan diperjelas lagi di dalam hadist.

Termasuk dalam hukum-hukum yang berlaku dalam islam,yaitu:

  1. Wajib: jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa
  2. Sunnah: suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa
  3. Mubah: jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Contoh : makan dan minum, belanja, bercanda,
  4. Haram: tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa
  5. Makruh: dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala

Dalam artikel ini saya akan membahas tentang hal-hal yang boleh dilakukan (mubah) tetapi tidak boleh berlebihan, yaitu:

  1. Berlebihan dalam berbicara

Hal yang paling mudah dilakukan oleh seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain tentunya dengan berbicara. Namun, banyak sekali orang yang begitu mudahnya bicara sembarangan, yang akhirnya bisa menimbulkan rasa sakit hati apabila kita tidak menjaga ucapan kita dengan baik. Jika kita berbicara hal yang tidak baik maka sebaiknya kita diam. Dalam hadist mengatakan,

“Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ingatlah bahwa segala sesuatu itu ada ilmunya, sehingga tidak diperbolehkan menjalani hidup secara sembarangan, karena setiap aspek yang kita jalani harus dipertanggungjawabkan. Jadi kita harus tau, bagaimana islam mengajarkan kepada kita tata cara dalam berbicara yang baik.

Adab yang harus dilakukan kita dalam berbicara antara lain,berpikir sebelum berbicara, berbicara dengan jelas dan tidak membuang-buang waktu, tidak mengucapkan kalimat-kaliat yang buruk, tidak mencela, tidak sombong dan banyak berbicara, menghindari ghibah atau menceritakan aib orang lain, menjauhi perdebatan sengit, tidak memotong pembicaraan, berbicara dengan tenang, berbicara dengan kata-kata yang penting saja.

  1. Berlebihan dalam makan

Kenapa kita tidak boleh makan berlebihan?

Allah mengatur sesuatu bukan tanpa alasan. Termasuk dalam mengatur makanan. Dalam dunia kesehatan, berlebihan dalam makanan cukup berbahaya apabila hal ini menjadi kebiasaan seseorang. Efek paling ringannya adalah mengantuk sehingga kita malas dalam mengerjakan sesuatu. Dalam hadist mengatakan,

“Jauhilah olehmu mengisi perut dengan penuh terhadap makanan dan minuman, sebab mengisi perut dengan penuh akan membahayakan tubuh dan menyebabkan malas shalat.” (H.R. Bukhari)

Lalu bagaimana dengan makanan yang kita ambil terlalu banyak. Sehingga, sebelum makanan kita habis kita sudah merasa kenyang duluan? Maka, kita harus tetap menghabiskannya walaupun kita sudah merasa kenyang. Karena setiap makanan yang kita ambil sudah menjadi kewajiban kita untuk menghabiskannya.

Ingatlah, adab makan harus tetap kita perhatikan. Berdoalah sebelum dan sesudah makan, agar terhindar dari makanan yang haram. Makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Doa seseorang ditentukan berdasarkan makanan apa yang dia makan. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih makanan. Berdoalah kepada Allah agar setiap makanan yang kita makan bukanlah makanan yang haram.

Saya juga masih berusaha mengontrol pola makan saya, kadang suka makan berlebihan. Biasanya berlebihan karena makanan yang kita makan enak banget. Nah disini emang tantangannya. Semangat!! he..he..

  1. Berlebihan dalam bergaul

Sahabat yang dirahmati Allah, kita memiliki hak kebebasan dalam bergaul. Ingin bergaul dengan siapa kita, tidak ada yang melarang. Tetapi, bukan berarti kebebasan dalam bergaul membuat kita menjadi berlebihan. Gunakanlah harta yang kita miliki untuk beramal agar menjadi orang yang rendah hati dan sederhana, bukan digunakan untuk kenikmatan dunia hingga pada akhirnya kita menjadi orang hedonisme yang dimanfaatkan oleh teman-temanmu bahkan sahabatmu. Mereka pergi, di saat kamu sudah tidak berguna lagi, sudah tidak ada hal yang bisa di manfaatkan. Nauzubillahi minzalik.

Bagi teman-teman yang ingin menjalani hidupnya dengan aktivitas yang bermanfaat, segala sesuatu yang ingin dikerjakan baik, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik, bertemanlah dengan orang-orang yang mampu melihat hal apa yang berguna baginya dan yang tidak. Kamu akan memiliki sahabat yang mendukungmu, yang selalu ada untuk membimbingmu ke jalan yang benar.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf : 67)

“Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash- Shahihah no. 927)

  1. Berlebihan dalam memandang

“Katakanlah kepada orang laki-laki beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan pelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka dan sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS.An-Nuur [24]: 30-31).

Pandangan adalah panah yang paling beracun diantara panah-panah iblis. Dari sebuah pandangan, itu merupakan awal mula sesuatu terekam. Pandangan itu akan langsung melekat di dalam pikiran kita, menimbulkan bayangan-bayangan yang dapat menyebabkan ibadah kita kita kepada Allah tida khusyuk. Apabila ibadah kita tidak khusyuk, dapat mengikis dan mengurangi iman kita. Iman tidak runtuh secara langsung, namun perlahan-lahan tapi pasti. Itu merupakan jurus setan yang paling efektif agar iman manusia menjadi rontok dan hilang.

Itu tadi adalah 4 hal yang di perbolehkan namun jangan berlebihan. Terima kasih yang sudah membaca artikel ini,semoga bermanfaat dan ilmu yang di raih bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Salam,

Diah Ayuningtias

LUNAS
Uncategorized
May 21, 2015
0

Assalamu’alaikum sahabat circle, apa kabar?

Semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Pada tulisan kali ini, izinkan saya sedikit menceritakan sebuah kisah, yang mungkin sudah terlalu sering kita mendengarnya. Namun, tujuan saya disini ingin mengingatkan kepada sahabat bahwa kita harus menghormati kedua orangtua kita terutama kepada ibu.

Suatu sore seorang anak kecil menghampiri ibunya didapur yang sedang menyiapkan makan malam. Kemudian anak itu menyerahkan selembar kertas yang tlah ditulisi sebelumnya. Setelah membersihkan tangan, si ibu membaca tulisan di kertas tersebut, yang isinya adalah :

Untuk memotong rumput: $5.00

Untuk membersihkan kamar dalam seminggu: $1.00

Untuk mnemanimu berbelanja: $50

Untuk menemani adik ketika ibu berbelanja: $25

Membuang sampah: $1.00

Untuk mendapatkan kartu keterangan baik: $5.00

Untuk membersihkan dan menyapu halaman: $2.00

Total hutang: $14.75

Dengan baik hati sang ibu memandanginya yang sedang berdiri berjauhan dan dia dapat melihat ibunya tengah mengingat-ingat sesuatu. Kemudian ibunya mengambil pena, lalu membalik kertas tulisannya dan inilah yang ibu tulis:

Untuk Sembilan bulan aku mengandung disaat kamu tumbuh didalam perutku : gratis

Untuk sepanjang malam dimana aku selalu terjaga denganmu, mengobatimu, dan berdoa untukmu: gratis

Untuk semua waktu yang melelahkan dan seluruh air mata yang tertumpah dikarenakan olehmu sepanjang tahun: gratis

Untuk semua malam yang ku lalui dengan ktakutan dan kekhawatiranku atas semua hal yang kuketahui (atasmu): gratis

Untuk semua mainan, makanan, pakaian, dan bahkan untuk menyeka hidungmu: gratis

Ketika kamu menjumlahnya, maka harga dari cintaku adalah : GRATIS

Ketika anak itu selesai membaca apa yang telah ditulis ibunya, air matanya mentes ke pipi. Lalu dia memandang ke wajah ibunya dan berkata “Ibu, sungguh aku mencintaimu.” Lalu kemudian dia mengambil pena dan menulis diatas kertas yang lebar. “LUNAS”

Sahabat cirle, dari cerita diatas mungkin kita pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan kepada ibu sudah lebih daripada cukup. Membelikan rumah, membiayai ibu untuk brangkat haji, memberikan kebahagian kepadanya atas prestasi yang kita dapat. Sampai suatu ketika, kita kembali mminta imbalan yang telah kita berikan kpada ibu. Pernah?

Ketahuilah sabahat, dari mulai ketika ibu mendapat kabar bahwa dia telah mengandung kita, mengalami mual-mual, ngidam, sakit pinggang, mulai lemas, badan menjadi lebih besar, dan harus berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan sebuah kehidupan yang baru untuk anaknya, menahan sakit yang sangat mendalam.

Dari Abu Hurairah Z berkata: “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW lalu berkata: ‘wahai rasulullah, siapakah yang paling berhak aku temani?” Rasulullah menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu, kmudian (keluargamu) yang paling dekat dan yang paling dekat.”

Maka dari itu sahabat, janganlah kita menyombongkan diri dan durhaka di hadapan kedua orangtua kita. Allah telah memerintahkan kita untuk berterimakasih kepada ibu dan bapak.

Semoga bermanfaat

Referensi :

Hati yang paling indah, 100 Inspirasi bijak & menggugah.2005

 

Alasanku menggunakan jilbab
Uncategorized
April 9, 2015
1

Hai sababat circle!
Apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin

Artikel ini saya re-post dari blog saya tahun 2012 dalam bentuk cerpen. Saat itu saya masih SMP. So,bahasanya masih bahasa anak SMp.
Selamat membaca, semoga bermanfaat 😀

Ting..Tong…

Bel sekolah pulang berbunyi…
Indah dan Kintan segera memasukkan buku-bukunya dan pulang.
“Aku ke Toilet dulu ya ?” Ungkap Kintan

“jangan lama-lama”

“iya… tunggu aja di lobi, nanti aku kesitu” kintan menjawabnya sambil menuju ke Toilet.

^^^

“eh , kamu tau ngga ? si Kintan itu selalu ngikutin gayanya si Indah tau, pake jilbab.. Kan Indah cantik, jadi banyak yang suka. Mungkin melalui jilbab Kintan juga biar banyak yang suka. ih.. aku mah gak mau kayak gitu. ” salah seorang membicarakan Kintan di Toilet

“Ah masa, kata siapa ?” temannya

“ih.. masa kalian ngga nyadar sih ? kamu lihat aja, dia kan selalu mengikuti gayanya. perhatikan saja jilbabnya, sama-sama panjang, kan itu namanya ngikutin.”

Ketika Kintan mendengar pembicaraan salah satu temannya di dalam kamar mandi, dia berusaha untuk menahan emosinya. Dalam hatinya dia merasa kesal karena telah difitnah.
Setelah tema-teman Kintan keluar dari toilet, Kintan juga ikut keluar dan lari, teman yang membicarakannya melihat Kintan lewat dari toilet, mereka melihat Kintan menangis

“Mel, itu kan Kintan, dia abis dari toilet. Apa dia tadi denger pembicaraan kamu ? ”

“Iya kali, biarin aja dia tau. Biar dia nyadar dan Intropeksi diri.” Ungkap Amel

“Ih.. Amel, kamu ngga boleh begitu. Belum tentu dugaan kamu bener. Mungkin Kintan pakai kerudung memang udah niatnya. hati-hati kamu Amel ngomongnya.”

“Ih.. iya! iya! bawel deh.”

^^^

Di lobi, Indah sudah menunggu lama lantaran Kintan belum datang juga.

“Ish… Kintan lama banget sih..” ungkap Indah sambil melihat jam tangan berulang-ulan kali.

Tidak lama kemudian, Indah melihat Kintan yang sedang menangis lari keluar gerbang sekolah tanpa memikirkan Indah yang sudah menunggu dia.

“Loh.. kok Kintan nangis sih ? ada apa ? ” Heran Indah

^^^

Dijalan Kintan sambil menghapus air matanya dan sambil berfikir

“Aku ngga ngerti apa yang mereka omongin tadi. Semua itu hanya fitnah, Aku pakai jilbab bukan ingin mengikuti gaya Indah supaya teman-teman ikhwan suka sama aku. Aku pakai jilbab emang aku sudah merasa wajib menggunakan jilbab .”

tiba-tiba indah datang mengejarnya..

“Kintan… huh..huh…huh..” Indah terengah-engah.

“Indah, maaf aku tadi meninggalkanmu…” dengan suara yang sayup

“Engga apa-apa, emang kamu kenapa sih ? kok kamu tadi nangis ?”

“Nanti aja deh, di taman ya.. disini gak enak.”

^^^

Di taman Indah mulai penasaran dan mulai menanyakan..

“kamu kenapa sih nangis ?” Indah semakin penasaran

“Afwan Indah, sebelmunya aku mau tanya dulu. Kamu pertama kali pakai jilbab dari kapan sih ?”

“Oh itu. aku pertama pakai jilbab dari kelas 2 SD, tapi dulu aku awalnya cuman niat
karena rambut aku yang pendek. Jadi aku malu. Tapi sekarang aku udah tau ternyata pakai
jilbab itu wajib dan nyaman buat diri aku. Eamang kenapa sih ? apa ada hubungannya dengan masalahmu saat ini ?”

“Engga sih, tadi aku ke Toilet, tanpa sengaja aku mendengar suara Amel dan teman-tamannya membicarakan aku. kata dia, aku itu pakai jilbab karena aku ingin sepertimu agar para ikhwan suka sama aku. Tapi ini fitnah. Semua itu bohong. Tapi, kamu sebenernya merasa gak sih kalau aku itu selalu ngikutin kamu ? ”

“Aku ngga merasa, tapi kalau kamu mengikuti gayaku untuk kebaikan dan karna Allah Alhamdulillah aku ikut senang karena penampilanku bisa membuat orang berubah menjadi akhwat yang baik. 🙂 ”

“Iya.. aku ini pakai jilbab karena Allah, bukan untuk yang lain. Dan akupun juga sadar dan merasa kalau seorang akhwat itu memang wajib menggunakan jilbab .” Ungkap Kintan, lalu dia bertanya

“oh iya Indah, sebenarnya apa sih alasan kamu pakai jilbab hingga sampai saat ini ? ”

“Aku memiliki 8 alasan memakai jilbab.
pertama aku menggunakan jilbab karena atas perintah Allah dalam surah Al Ahzab 59 dan An Nur Ayat 31.
Kedua menggunakan jilbab adalah identitas utama untuk dikenal sebagai muslimah.

Ketiga dengan menunakan jilbab akan terasa lebih aman dari ganguan.

Keempat dengan menggunakan jilbab orang akan menyapaku “Assalamu’alaikum” atau memanggil ku Bu Haji, aku senang karena itu adalah suatu do’a. Jadi gak cuman aman.. do’a pun ada 🙂 .

Kelima seorang muslimah tidak dilihat dari fisiknya, Kita tidak akan dibilang kurus ataupun gemuk. melainkan dari kecerdasan, karya dan kebaikan hati kita.

Keenam Dengan berjilbab pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi pada calon suaminya. Orang yan tidak memiliki dasar agama yang kuat, akan enggan melamar adis yang berjilbab.

Ketujuh berjilbab tidak pernah menghalangi untuk maju dalam kebaikan.

Kedelapan/terakhir sorang muslimah yang berjilbab akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. maksudnya, coba deh kamu lihat kalo di angkot-angkot, perempan yang menggunakan didalam angkot akan resah menutupi bagian-bagian tertentu tubuhnya dengan menggunkan tas tangan. kalau aku mah naik angkot dengan berbusanan muslimah bisa duduk seenaknya aku. Ayo.. lebih merdeka mana ? ”

“Oh jadi begitu ya ? bener juga sih :)”

“Hahaha.. jadi Kintan pakai jilbab selamanya ya ? Insya Allah aku juga. kan pakai jilbab itu wajib. Kintan juga lupakan masalah yang tadi ya ? itu mah ngga bener. Percaya aja sama Allah, nanti mereka juga pada sadar kok.”

“Ok! Ok! Makasih ya Indah opininya 🙂 aku jadi tambah bersemangat menggunakan jilbab nih… Gak nyesel deh, temenan sama Indah.. Walapun di ceramahin tapi ada manfaatnya. ”

“haha… apaan sih kamu ? makasih 🙂 udah yuk pulang, udah hampir setengah jam ngobrol disini.”

“yuk!”

dan akhirnya pun Kintan dan Indah pulang. Kintan semakin yakin akan menggukan jilbab, walaupun teman-temannya yang selalu membicarakan Kintan.

teman, tahukah kalian ? Sesungguhnya berjilbab bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namu berjilbab merupakan amal dari keimanan seorang muslimah.
jadi.. gunakan jilbab semampunya ya 🙂

Kamis-02-02-2012 Diah Ayuningtias

Mengertilah Aku
Uncategorized
April 2, 2015
0

Rasa perih dan sedih terasa ketika orang telah membandingkan ku dengannya. Bukan, bukan karena ku iri. Hanya saja, dia tidak tahu apa yang sesungguhnya ku rasakan.
Mereka selalu mengatakan aku wanita yang jutek. Ya, memang benar. Gaya berbicaraku juga berbahasa indonesia-nya ‘anak gaul’. Mereka mengatakan “pakai kerudung kok kelakuannya pecicilan.”

Wahai orang-orang yang baik, ketahuilah bahwa sesungguhnya aku hanyalah orang yang biasa, memang aku adalah seorang muslimah berkerudung, namun bukan berarti wanita berkerudung selalu baik perangainya, terkadang aku pernah merasakan khilaf, terkadang aku pun lebih berdosa daripada pendosa.

Orang selalu beranggapan wanita berkerudung syar’i selalu tinggi ilmunya, namun diri ini ilmunya tidak seberapa. Aku masih seperti wanita yang lainnya, menyukai musik, drama korea, dan sebagainya.

wahai orang-orang yang baik, aku harap kalian mengerti apa yang dirasakan olehku. Akupun terkadang rapuh, mengeluh ketika aku sedang diberi ujian kepada Allah, so janganlah kalian men-judge wanita muslimh yang terkadang menyimpang, ingatkan dia, bimbinglah dia. Sam seperti aku, jika aku melakukan kekhilafan, ingatlah aku dan bimbinglah aku.

Aku melakukan ini, karena aku ingin bertemu dengan kekasihku Rasulullah SAW

Aku melakukan ini, karena kasih sayang Allah yang cukup banyak membimbing aku sampai disini.

Ratu Elizabeth-nya Islam
Uncategorized
March 27, 2015
0

Assalamu’alaikum wr.wb
Semangat Pagi sahabat Circle,
Bagaimanakah kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya.. aamiin

Kali ini saya ingin mere-post tulisan di blog yang saya punya. Dipublish sekitar 2 tahun yang lalu.Sebuah percakapan yang sederhana. So, ambil hikmah dan ilmunya ya

Selamat membaca, semoga bermanfaat J

Lelaki non Muslim bertanya: “Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?”

Syaikh menjawab: “Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

Lelaki itu menjawab: “Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu.”

Syaikh tersenyum & berkata:” Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)”

Lelaki non Muslim bertanya lagi :”Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”

Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: ” Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”

Lelaki itu menjawab: ” Yang tertutup ”

Syeikh berkata: ” Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami 🙂 ”

Sahabat cricle, dalam percakapan tersebut kita bisa mengetahui bahwa sesunggunya Allah sangat melindungi umatnya terutama kaum muslimin. Kita sebagai kaum muslimin adalah manusia yang beruntung. Karena kita berada dalam lingkaran kemuliaan yaitu agama islam. Islam telah menjaga dan memuliakan wanita. Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah.

“Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita. Bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis nmanusia, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa sebelum yang lainnya. Pendidikan yang berorientasi pada akal agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan.

Islam adalah agama syariat dalam aturan. Oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kaum wanita, mengangkat derajatnya agar umat islam memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia.” ( Muhammad Thahir ‘Asyur Rahimahullah’ )

Jadi untuk para kaum adam, jangan sekali-kali kau menyentuh sedikitpun Ratu Elizbeth selain dia sudah sah utukmu.

Semoga Bermanfaat…

Diah Ayuningtias

Follow Twitter : @_diahayu11

Yuk, biasakan diri menjadi pendengar yang baik
Uncategorized
February 2, 2015
2

Biasa mendengarkan musik?

atau, biasa mendengar orang bergosip? Sudah biasakah?

Bagaimana jika mendengarkan cerita orang lain? sudah biasakah ?

Oke sahabat, saya Diah ayuningtias izinkan saya mengawali tulisan saya yang sederhana ini, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada sahabat semua. Di antara tiga tipe orang yang saya ceritakan, manakah yang paling sahabat sukai.

Pertama, tipe orang ini adalah mereka yang suka memotong pembicaraan orang lain. Jadi, setiap apa yang kita ingin ceritakan kepada orang tipe ini, dan mereka tau apa yang akan kita ceritakan, dengan sekejap mereka langsung memotong pembicaraan yang ingin kita katakana. “Oh,  cerita seperti itu. Aku sudah pernah mendengarnya.  Ada yang lain?”

Apakah sahabat suka orang seperti ini?

Kedua, tipe orang ini suka menengok kekanan kekiri dan tidak fokus mendengarkan pembicaraan yang sedang kita bicarakan. Seringkali dia asyik sendiri bermain gadget-nya menerima chattingan di BBM atau WhatsApp.

Apakah sahabat pernah diperlakukan seperti ini?

Ketiga, tipe orang ini sepenuhnya mendengarkan apa yang kita bicarakan. Mereka mendengarkan pembicaraan kita dengan baik tanpa memotong pembicaraan. Mereka memfokuskan matanya ke wajah kita saat kita sedang berbicara. Terkadang mereka manggut-manggut mendengarkan apa yang sedang kita bicarakan. Seluruh alat komunikasi yang mereka miliki dimatikan ketika sedang berbicara dengan kita. Sesekali keluar kalimat sanjungan yang diberikan mereka sebagai bentuk respon yang baik atas cerita kita.

Pertanyaan saya, diantara tiga tipe ini, mana yang paling sahabat suka?

Jika jawaban sahabat orang ketiga, SAYA UCAPKAN SELAMAT. Karena tipe orang ketiga adalah kategori pendengar yang baik. Kenapa kita harus menjadi pendengar yang baik?

Allah memberi kita dua telinga dan satu mulut, artinya kita diperintahkan untuk banyak mendengar dibandingkan berbicara. Namun saat ini, sudah terlalu banyak orang yang hanya banyak berbicara namun sedikit mendengar. Padahal dengan kita bisa menjadi pendengar yang baik, kemungkinan besar kita bisa mempengaruhi orang lain dengan baik.

Karena dengan mendengar, kita tahu bagaimana cara orang-orang menjalani hidup bahagia seperti apa, dengan mendengar kita bisa tahu apa yang diinginkan seseorang untuk menjadi lebih baik, dengan mendengar kita bisa mengoreksi diri sendiri apa yang harus diperbaiki.  Dengan mendengar, tentunya kita bisa menyampaikan pesan kepada orang lain atas apa yang telah kita dengar.

Tetapi, fenomena banyak berbicara sedikit mendengar sering terjadi pada orang-orang yang sudah merasa hebat, orang-orang yang sudah merasa bahwa dirinya tidak perlu mendengar, sehingga dia lebih senang berbicara daripada mendengar pesan dan saran orang lain.( Sukanbete sama orang yang begini nih-_- )

Maka sahabat, para Trainer Muda dan Inspirator Cerdas Mulia, sebelum kita menjadi pembicara yang baik, alangkah baiknya jika kita bisa menjadi pendengar yang baik. Sifat-sifat dari pendengar yang baik adalah mereka yang memberikan kesempatan orang untuk berbicara tanpa memotong pembicaraan walaupun terdapat beberapa kesalahan didalamnya, tidak terlalu banyak memberikan komentar dan jawaban yang tidak terlalu penting. Memberikan komentar yang sopan dan bijaksana, tidak menyakitkan hati lawan bicara.

Maka tak heran jika, orang yang telah menjadi pembicara yang baik, merupakan seni menaklukan hati para lawan bicara dan tak jarang pula dia disukai banyak orang, terutama yang pernah menjadi lawan bicaranya. Jadi sahabat, mari kita belajar untuk bisa menjadi pendengar yang baik.

Wahai anakku, jika engkau mengikuti pembicaraan ulama, hendaklah engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Dan janganlah kamu memotong pembicaraan seseorang meski panjang lebar, hingga ia menyelesaikannya sendiri.” Hasan bin Ali R.A

Semoga bermanfaat 🙂

Bogor, 2 Februari 2015

 

#MotivaYoungAndTrainerBeda
twitter: @_diahayu11

Aku Mau, Tapi…
Uncategorized
January 26, 2015
8

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Semangat Pagi Sahabat Circle!
Apa kabar semuanya ? Semoga sahabat selalu dalam lindungan Allah SWT
Aamiin..

“Aku mau jadi seorang Trainer professional, TAPI aku masih muda.”
“Aku mau ikut Young Trainer Academy, TAPI belum cukup uang.”
“Aku mau mengisi Training, TAPI aku belum cukup pengalaman.”
Apa yang terbesit dalam pikiran sahabat semua ketika membaca kalimat tersebut?
Perhatikan ketika kita membaca kalimat awal, kita merasakan adanya kekuatan positif untuk melakukan sesuatu, namun terdapat kakuatan yang berlawanan arah sehingga menghambat kita untuk bertindak melakukan hal tersebut. Kekuatan itu muncul karena kita mengucapkan satu kata. Kata yang jika kita artikan kedalam bahasa Inggris hanya memiliki tiga huruf, kata yang sangat sederhana dan mengandung banyak ‘kotroversi’. waduuh?? Kata apa itu?
Kata itu adalah kata ‘TAPI
“Aku mau sukses, TAPI susah”
Yaaah… Tapi lagi -_-
Sahabat, kata TAPI memiliki kekuatan besar untuk menghentikan kita untuk meraih kesuksesan. Kata TAPI mengandung kata yang selalu berlawanan arah dengan kata sebelumnya. Ketika kita mengucapkan kalimat positif setelah itu di tambah kata TAPI maka kata itu akan menjadi kalimat yang negatif. Maka dari itu, kata TAPI disebut sebagai kata ‘negasi’ atau berlawanan arah. Biasanya kata TAPI sering dijadikan alasan untuk menolak sesuatu, atau menghentikan suatu pembicaraan.
Ex:
A : “Aku mau ikut YTA ah..”
B : “Yaudah nabung dari sekarang.”
A : “Tapi aku susah untuk nabung.”
B : “Bisa, kalo kamu niat pasti bisa.”
A : “Tapi, uang jajan aku untuk ongkos”
Dari percakapan diatas, si A menunjukan kalau dia sedang melakukan penolakan dan mencoba menghentikan suatu pembicaraan. Lagi lagi, dengan kata TAPI. Bisa dibayangkan, kalau seandainya kita jadi si B, dia selalu diberi jawaban dengan awalan TAPI, mungkin kita akan kebingungan bagaimana caranya melanjutkan percakapan, dengan kata TAPI seolah kita sudah tidak ada kalimat lagi untuk berbicara dan percakapan pun selesai. ( aduuh.. si Diah sok tau banget yaah ._.” Ini berdasarkan pengalaman yang saya rasakan sahabat, ehehe.. 😀 )
Bagaimana jika kita menggunakan kata TAPI untuk sasuatu yang positif ? tentu saja bisa. Dengan menambahkan kata TAPI setelah kita mngucapkan kalimat negatif.
“Meskipun saya udah capek berlatih, TAPI saya harus maksimal berlatih agar bisa  meraih kemenangan. Be different”

“Meskipun Young Trainer Academy pesertanya kebanyakan para mahasiswa dan pekerja, TAPI bukan berarti anak SMA tidak boleh berteman dengan mereka”
“Meskipun saya sudah terlambat, TAPI saya akan melakukannya daripada tidak.”
“Berhentilah, TAPI jangan hanya berhenti mendengarnya, TAPI berhenti juga mengucapkannya”
Sahabat, ternyata kata TAPI itu netral-netral saja, yang penting bagaimana kita menggunakan kata itu. Apakah untuk menghentikan diri sendiri atau menjadi kekuatan untuk penyemangat.
Coba renungkan berbagai tujuan yang belum tercapai dan kita raih, pasti ada sesuatu yang menghentikannya, coba selidiki apa saja yang ada dalam hati dan pikiran kita, mulailah dengan mengingat kembali kapan kita menggunakan kata TAPI yang menghentikan kita.
Setelah itu cobalah menggunakan kata TAPI yang menjadikan kekuatan, dengan cara selalu memiliki pikiran positif. Sebab, semua berawal dari pikiran. Jika berpikir bisa, maka kita pasti bisa. Ketika kita sudah mulai berkomitmen, berusahalah untuk tidak memunculkan kata TAPI. 
Konsepnya sederhana:
Positif + Tapi = Nagatif atau Negatif + TAPI = Positif
Tentunya sebagai kaum muslim, alangkah lebih baik jika kita menambahkan kata ‘InsyaAllah’
“Jika saya berfikir bisa, InsyaAllah bisa”

PEKA dan SELEKTIF
Uncategorized
December 24, 2014
1

“Dengan menulis seseorang dapat mengubah dunia”

kenapa  menulis??

Menulis,

Seseorang yang menulis sebuah artikel, bukan berarti dia adalah penulis profesional. Semua orang berhak untuk menulis. Menulis pengalaman hidup dari narasumber itu sendiri, artikel inspirasi, bagaimana caranya membuat sesuatu, dan sebagainya. Yang membedakan seorang penulis profesional dengan orang yang hobby menulis adalah bagaimana cara dia menulis kerangka tulisan yang kuat, gaya bahasa, judul, paragraf pertama, argumentasi, dan kesimpulan.

Saya pribadi merasa belum pantas untuk dikatakan sebagai seorang penulis, apalagi penulis profesional. Tidak mudah untuk membuat tulisan yang sangat sempurna. Menghasilkan sebuah tulisan yang sempurna, mungkin perlu berkai-kali pengulangan dalam memperbaiki tulisan. Selesai, di perbaiki. Selesai, perbaiki, Berulang-ulang sampai tulisan itu menjadi “sempurna”. Butuh kesabaran yang ekstra. (pengalaman Pribadi hehehe..)

Ada seseorang yang mengatakan kepada saya (Teman YTA 4), bahwa jika ingin menulis itu harus peka dan selektif. Saya selalu berusaha bagiamana caranya agar tulisan yang saya buat menjadi tulisan yang dapat menginspirasi  dan memengaruhi seseorang serta menjadi tulisan yang berkualitas bahkan layak untuk diterbitkan di media cetak. Itu yang dinamakan kepekaan seorang penulis. Yang kedua selektif, seperti yang saya bilang sebelumnya untuk menjadi seorang penulis  harus memperhatikan kerangka tulisan, pemilihan gaya bahasa yang baik, judul yang tajam, kekuatan pada paragraf pertama, dan kesimpulan yang tuntas. Itu yang dinamakan selektif.

Dulu saya sering kali mengeluh apabila harus membuat sebuah tulisan. Malas, tidak ada inspirasi, bahkan tidak ada waktu untuk membuat tulisan di laptop. Namun setelah saya renungi, untuk menulis itu bisa dengan apa aja. Tidak harus menggunakan laptop atau komputer. Bahkan ketika kita sedang berpergian, menulis dengan menggunakan tangan pun bisa. Saya harus membiasakan diri untuk menulis. Karena semakin kita banyak berlatih menulis, semakin bertambahlah kemampuan kita. Itu yang saya alami akhir-akhir ini. Butuh kecakapan dalam merangkai kata, agar pembaca bisa memaknai arti tulisan yang ditulis.

Pernah nonton film The Karate Kid ? di dalam film itu, sang tokoh utama Dre Parker berjuang untuk mencari ilmu karate. Walaupun ia tidak pandai, dia mati-matian belajar dan bersabar dalam mencari ilmu. Dan dengan kesungguhannya, akhirnya ia bisa menguasai ilmu karate dan memenangkan turnamen karate. Sama halnya seperti menulis, walaupun kita tidak pandai merangkai kata-kata, jika kita terus belajar dan terus bersabar, keahlian dalam menulis itu akan datang. Itu yang sedang saya harapkan sekarang.

So guys, jangan pernah merasa menjadi orang yang biasa-biasa aja. Jangan merasa menjadi orang yang lemah dalam menulis. Saya orang biasa, saya tidak punya kemampuan menulis, tetapi saya akan berjuang karena dengan ketekunan belajar dan kesabaran InsyaAllah, Allah akan meridhai setiap apa yang kita inginkan 🙂 Bukan bermaksud menggurui, tetapi kita sama-sama belajar disini.

“Keberuntungan akan berpihak kepada mereka yang terus menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus berbagi”

“Menyerah itu bukan menunjukkan besarnya hambatan, tapi itu Cuma menunjukkan bsarnya alas an dan kemalasan”

“Kadang kita belajar, Kadang kita mengajar. Setiap orang adalah murid seekaligus guru. Pandai-pandailah kita memetik pelajaran dari setiap orang dan setiap kejadian.”

“DOA bukanlah senjata cadangan Justru DOA adalah senjata andalan” -Ippho Santosa-

 

Yakini Usaha Dan Doamu
Uncategorized
December 23, 2014
0

Jawaban doa dari Allah :

  1. “Ya” kemudian di berikan apa yang kita keinginan
  2. “Tidak” kemudian diberikan hal yang lebih baik
  3. “Nanti” sampai sesuatu itu siap kita miliki

Dalam kehidupan, mungkin kita sudah pernah mendapatkan ketiga jawaban doa dari Allah. Entah itu keinginan kecil ataupun keinginan besar. Namun, pernahkah sahabat semua selalu mendapatkan jawaban “Ya” atas keinginan besar kita? Mungkin tidak.

Dalam usaha untuk mencapai suatu cita-cita yang tinggi, mungkin sebelum Allah memberikan jawaban “ya” Allah akan memberikan jawaban “Nanti” atau bahkan “Tidak”

“Kegagalan adalah langkah awal untuk mencapai suatu keberhasilan”

Maksud dari pepatah ini menurut penagkapan saya dan cara berpikir saya, bahwa mencapai suatu kesuksesan itu ngga bisa instan. Harus ada perjuangan yang keras, pengorbanan yang besar, dan tentu usaha, Jika kita benar-benar memulainya dari awal (nol). Arti kata sukses itu sendiri tidak bisa didefinisikan dalam satu pengertian.

Sukses itu tidak berarti dia memiliki uanng yang banyak, memiliki jabatan paaling tinggi. Sukses bisa kita artikan sebagai suatu kberhasilan dalam pencapaian sesuatu dimana kita telah berusaha, berjuang untuk mendapatkan keberhasilan, dan kita telah mencapainya. Itu yang dinamakan sukses. Kita ikut UAS di sekolah dan mendapat nilai tertinggi karena perjuangan dan usaha, itu bisa dinamakan sukses.

Kesungguhan dan pengorbanan setiap orang akan berbanding lurus dengan hasil yang ia dapatkan. Jadi, seberapa besar kesungguhan dan pengorbanan kita untuk mendapatkan suatu keinginan, hasilnya akan sesuai dengan apa yang telah kita lakukan. Tetapi, Usaha yang kita lakukan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan doa. Begitu juga jika kita hanya berdoa namun tidak melakukan suatu usaha, maka hasilnya tidak akan ada artinya. Semuanya saling berkaitan dan memiliki fungsi masing-masing.

Pentingnya kita berdoa adalah, karena kita harus yakin bahwa yang menentukan segala hasil dari usaha kita adalah Allah. Dan pentingnya usaha adalah, sebagai bentuk action kita bahwa kita telah bergerak dan berusaha agar bisa mencapai suatu keingingnan dengan sungguh-sungguh.

Man Jadda Wajada ( Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil )

Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah tidak memberikan jawaban atas doa hambaNya. Bila kita merasa tidak diberikan jawaban dari Allah, mungkin kita belum bisa

menemukan jawaban yang sudah diberikan dari Allah. Sesungguhnya Allah itu memiliki scenario yang sangat indah melebihi scenario yang kita pikirkan. So, jangan pernah ragu dan lelah untuk berusaha dan berdoa kepada Allah SWT guys J

Usaha tanpa Doa itu sombong

Doa tanpa Usaha itu bohong

“Boleh kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui…” (Qs. Al-Baqarah : 216)

Tak Kenal, maka Ta’aruf
Uncategorized
December 16, 2014
2

Assalamu’alaikum Wr Wb, Alhamdulillahi rabbil’alaimin puji syukur kepada Allah SWT atas rahmatnya saya telah di pertemukan dengan orang-orang hebat di  cerdas mulia dan beretamu dengan teman-teman Young Trainer Academy. dan saya berterima kasih kepada Allah karena telah memberikan saya pengalaman yang sangat berharga disini.

Sahabat, izinkan saya memperkenalkan diri, Nama lengkap saya Diah Ayuningtias. Sahabat bias panggil saya Diah. Saya lahir di Bogor tanggal 11 Agustus 1998. Saat ini saya tinggal di rumah orangtua saya di Ciangsana, Gunung Putri, Bogor. Tau Ciangsana? Dari hasil observasi mayoritas mereka kalau mendengar Ciangsana tidak tau dimana. Tetapi, Mungkin kalau saya bilang Cikeas sahabat semua tau Cikeas itu apa dan langung berfikir itu daerah rumah seseorang yang pernah memimpin bangsa ini selama 10 tahun. Who? Jawab sendiri ya, hehe… Nah, kebetulan Ciangsana itu ‘setempongan’ sama Cikeas. Kalo jalan perempatan nih, Cikeas ke kanan Ciangsana ke kiri. So, Ciangsana itu deket Cikeas hehe 😀

Sekarang ini saya adalah siswi di SMAN 105 Jakarta kelas 11. Jarak rumah dan sekolah saya sekitar 32 km kalo bolak-balik. Yaa..jadi butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai di sekolah kalau mengendarai motor. Di sekolah, saya Aktif mengikuti kegiatan Paskibra dan ROHIS. Saya bukan anak OSIS. Hehehe… Tapi banyak orang yang mengira saya adalah anak OSIS karena saya aktif di sekolah. Saya lebih dominan aktif di Paskibra, jadi..saya anak paskibra ^_^

Ohiya, selain organisasi di sekolah. Saya juga mengikuti organisasi di luar sekolah. Yaitu RISMA (Remaja Islam Masjid). Dan, di organisasi tesebut saya adalah anggota paling muda disana. Alhamdulillah, walaupun saya paling muda, saya sudah diberi keperayaan kepada mereka untuk bisa menjalankan amanah sabagai Sekbid. Minat dan Bakat. Read more

Skip to toolbar