Antara Black Coffee dan Kualitas Diri
Uncategorized
July 25, 2015
0

Hai! Ciyeeee buka postingan ini :D, hati hatiiii…tulisan ini bisa bikin kamu berubah *ala ala PowerRangers gitu deeh hehe* eh tapi ini seriusan, kalo kamu baca postingan ini…kamu bakal tergugah buat me”Mahal”kan dirimu. Akan ada banyak hal yang berubah dalam hari harimu…
Gimanaaaa? Siaaaaappp???
Yang setengah setengah niatnya buat baca, mending close aja deh.
Yang setengah setengah itu kaga bakal ngasih hasil maksimal.

Siap merubah diri???! Sungguhin niat buat baca postingan ini 🙂

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Kita belajar memahalkan diri dari penjualan biji kopi hitam.

“Ngopi yuk! Ngopi yuk!”, kita sering denger ajakan kaya gitu..atau bahkan kita sendiri suka ngajak temen-temen dan keluarga kita buat ngopi bareng 😀 *aseeeek ngopi bareng*.

Bagi kamu yang doyan ngopi, biasanya di mana tempatnya? Warung Kopi pinggir jalan kah? Resto kelas menengah kah? Di mall mall kah? Atau di Coffee Shop kah?
Masing masing kita pasti punya alesan dalam memilih tempat ngopi. Kenapa kita milih ngopi di warung pinggir jalan dibandingkan ngopi di mall? Kenapa kita lebih milih ngopi di Coffee Shop daripada di pinggiran jalan?
Saya rasa, jika alasan alasan itu kita kerucutkan…maka menghasilkan satu hal. Yaitu soal HARGA.

Kenapa harga kopi di pinggiran jalan lebih murah dibandingkan kopi yang dijual di mall mall atau di coffee shop??? Kenapa harga kopi di coffee shop dan di mall mall berbeda jauh dibandingkan harga kopi yang dijual di pinggiran jalan? Padahal, yang dijual sama sama kopi…. daaann rasanya?? *Ya rasa kopi 😀 ehehe*. Kenapa bisa gitu????

Menurutmu kenapaaa?

Yes!! Saya sepakat.
Yang membuat harganya berbeda, adalah packaging nya..atau pengemasannya 🙂

Kopi yang dijual di pinggir jalan hanya disajikan seadanya. Cuma pake gelas trus, udaah deh.
Beda halnya kalo kita ngopi di coffee shop. Tampilan kopinya dibikin secantik mungkin, gelas yang dipake juga ga asal…tapi diperhatikan kualitas bahan dan model gelasnya biar tampak berkelas. Dan kopinya juga dikasih campuran bahan pelengkap yang membuat kopi itu terasa lebih legit dan lezat.

Nahloh, trus hubungannya dengan me”Mahal”kan diri kita apa??? 😀

Diri kita ibarat kopi hitam itu 🙂
Setelah kita paham bahwa packaging atau penampilan itu menentukan “harga jual”, maka harusnya kita juga paham bahwa, penampilan kita juga menentukan seberapa “mahal”nya diri kita 🙂
Liat stelan para jajaran komisaris perusahaan besar. Semuanya sama toh? Gaya berpakaiannya..cara bicaranya…gaya rambutnya…bahkan cara ketawanya *merhatiiiiiin aajaaa laginiih saya:D*.. Begitu juga kita liat tipikal orang-orang yang membodo amatkan hidupnya, sama juga toh stelannya? Ngomong gaada sopan santunnya apalagi sama orang yang lebih tua…gaya berpakaiannya asal, ga merhatiin nilai kerapihan..ketawanya juga suka dilebay lebayin…rambutnya ga ditata..kalo kalangan perempuan, dia biarkan dirinya dipegang pegang sama laki yang bukan muhrimnya.

Sepakaaat???

Let’s, make-over our self… kita jadikan diri kita berkelas, dimulai dari cara berpenampilan..cara berbicara…dan gesture tubuh kita. Sebab performance kita, mencerminkan kualitas diri kita.
Ingin menjadi pribadi yang bernilai jual mahal???
Maka kita package diri kita dengan baik. B-)

Keep positive, to everything in this life 🙂
“Hidup ini adalah episode masalah. Jadi kalo banyak masalah??? Namanya juga hidup \m/” – Kak Ilham

Loph u all ^_^

Profile photo of Ilham Anugrah
Profile photo of Ilham Anugrah

Latest posts by Ilham Anugrah (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar