Alasanku menggunakan jilbab
Uncategorized
April 9, 2015
1

Hai sababat circle!
Apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin

Artikel ini saya re-post dari blog saya tahun 2012 dalam bentuk cerpen. Saat itu saya masih SMP. So,bahasanya masih bahasa anak SMp.
Selamat membaca, semoga bermanfaat 😀

Ting..Tong…

Bel sekolah pulang berbunyi…
Indah dan Kintan segera memasukkan buku-bukunya dan pulang.
“Aku ke Toilet dulu ya ?” Ungkap Kintan

“jangan lama-lama”

“iya… tunggu aja di lobi, nanti aku kesitu” kintan menjawabnya sambil menuju ke Toilet.

^^^

“eh , kamu tau ngga ? si Kintan itu selalu ngikutin gayanya si Indah tau, pake jilbab.. Kan Indah cantik, jadi banyak yang suka. Mungkin melalui jilbab Kintan juga biar banyak yang suka. ih.. aku mah gak mau kayak gitu. ” salah seorang membicarakan Kintan di Toilet

“Ah masa, kata siapa ?” temannya

“ih.. masa kalian ngga nyadar sih ? kamu lihat aja, dia kan selalu mengikuti gayanya. perhatikan saja jilbabnya, sama-sama panjang, kan itu namanya ngikutin.”

Ketika Kintan mendengar pembicaraan salah satu temannya di dalam kamar mandi, dia berusaha untuk menahan emosinya. Dalam hatinya dia merasa kesal karena telah difitnah.
Setelah tema-teman Kintan keluar dari toilet, Kintan juga ikut keluar dan lari, teman yang membicarakannya melihat Kintan lewat dari toilet, mereka melihat Kintan menangis

“Mel, itu kan Kintan, dia abis dari toilet. Apa dia tadi denger pembicaraan kamu ? ”

“Iya kali, biarin aja dia tau. Biar dia nyadar dan Intropeksi diri.” Ungkap Amel

“Ih.. Amel, kamu ngga boleh begitu. Belum tentu dugaan kamu bener. Mungkin Kintan pakai kerudung memang udah niatnya. hati-hati kamu Amel ngomongnya.”

“Ih.. iya! iya! bawel deh.”

^^^

Di lobi, Indah sudah menunggu lama lantaran Kintan belum datang juga.

“Ish… Kintan lama banget sih..” ungkap Indah sambil melihat jam tangan berulang-ulan kali.

Tidak lama kemudian, Indah melihat Kintan yang sedang menangis lari keluar gerbang sekolah tanpa memikirkan Indah yang sudah menunggu dia.

“Loh.. kok Kintan nangis sih ? ada apa ? ” Heran Indah

^^^

Dijalan Kintan sambil menghapus air matanya dan sambil berfikir

“Aku ngga ngerti apa yang mereka omongin tadi. Semua itu hanya fitnah, Aku pakai jilbab bukan ingin mengikuti gaya Indah supaya teman-teman ikhwan suka sama aku. Aku pakai jilbab emang aku sudah merasa wajib menggunakan jilbab .”

tiba-tiba indah datang mengejarnya..

“Kintan… huh..huh…huh..” Indah terengah-engah.

“Indah, maaf aku tadi meninggalkanmu…” dengan suara yang sayup

“Engga apa-apa, emang kamu kenapa sih ? kok kamu tadi nangis ?”

“Nanti aja deh, di taman ya.. disini gak enak.”

^^^

Di taman Indah mulai penasaran dan mulai menanyakan..

“kamu kenapa sih nangis ?” Indah semakin penasaran

“Afwan Indah, sebelmunya aku mau tanya dulu. Kamu pertama kali pakai jilbab dari kapan sih ?”

“Oh itu. aku pertama pakai jilbab dari kelas 2 SD, tapi dulu aku awalnya cuman niat
karena rambut aku yang pendek. Jadi aku malu. Tapi sekarang aku udah tau ternyata pakai
jilbab itu wajib dan nyaman buat diri aku. Eamang kenapa sih ? apa ada hubungannya dengan masalahmu saat ini ?”

“Engga sih, tadi aku ke Toilet, tanpa sengaja aku mendengar suara Amel dan teman-tamannya membicarakan aku. kata dia, aku itu pakai jilbab karena aku ingin sepertimu agar para ikhwan suka sama aku. Tapi ini fitnah. Semua itu bohong. Tapi, kamu sebenernya merasa gak sih kalau aku itu selalu ngikutin kamu ? ”

“Aku ngga merasa, tapi kalau kamu mengikuti gayaku untuk kebaikan dan karna Allah Alhamdulillah aku ikut senang karena penampilanku bisa membuat orang berubah menjadi akhwat yang baik. 🙂 ”

“Iya.. aku ini pakai jilbab karena Allah, bukan untuk yang lain. Dan akupun juga sadar dan merasa kalau seorang akhwat itu memang wajib menggunakan jilbab .” Ungkap Kintan, lalu dia bertanya

“oh iya Indah, sebenarnya apa sih alasan kamu pakai jilbab hingga sampai saat ini ? ”

“Aku memiliki 8 alasan memakai jilbab.
pertama aku menggunakan jilbab karena atas perintah Allah dalam surah Al Ahzab 59 dan An Nur Ayat 31.
Kedua menggunakan jilbab adalah identitas utama untuk dikenal sebagai muslimah.

Ketiga dengan menunakan jilbab akan terasa lebih aman dari ganguan.

Keempat dengan menggunakan jilbab orang akan menyapaku “Assalamu’alaikum” atau memanggil ku Bu Haji, aku senang karena itu adalah suatu do’a. Jadi gak cuman aman.. do’a pun ada 🙂 .

Kelima seorang muslimah tidak dilihat dari fisiknya, Kita tidak akan dibilang kurus ataupun gemuk. melainkan dari kecerdasan, karya dan kebaikan hati kita.

Keenam Dengan berjilbab pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi pada calon suaminya. Orang yan tidak memiliki dasar agama yang kuat, akan enggan melamar adis yang berjilbab.

Ketujuh berjilbab tidak pernah menghalangi untuk maju dalam kebaikan.

Kedelapan/terakhir sorang muslimah yang berjilbab akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. maksudnya, coba deh kamu lihat kalo di angkot-angkot, perempan yang menggunakan didalam angkot akan resah menutupi bagian-bagian tertentu tubuhnya dengan menggunkan tas tangan. kalau aku mah naik angkot dengan berbusanan muslimah bisa duduk seenaknya aku. Ayo.. lebih merdeka mana ? ”

“Oh jadi begitu ya ? bener juga sih :)”

“Hahaha.. jadi Kintan pakai jilbab selamanya ya ? Insya Allah aku juga. kan pakai jilbab itu wajib. Kintan juga lupakan masalah yang tadi ya ? itu mah ngga bener. Percaya aja sama Allah, nanti mereka juga pada sadar kok.”

“Ok! Ok! Makasih ya Indah opininya 🙂 aku jadi tambah bersemangat menggunakan jilbab nih… Gak nyesel deh, temenan sama Indah.. Walapun di ceramahin tapi ada manfaatnya. ”

“haha… apaan sih kamu ? makasih 🙂 udah yuk pulang, udah hampir setengah jam ngobrol disini.”

“yuk!”

dan akhirnya pun Kintan dan Indah pulang. Kintan semakin yakin akan menggukan jilbab, walaupun teman-temannya yang selalu membicarakan Kintan.

teman, tahukah kalian ? Sesungguhnya berjilbab bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namu berjilbab merupakan amal dari keimanan seorang muslimah.
jadi.. gunakan jilbab semampunya ya 🙂

Kamis-02-02-2012 Diah Ayuningtias

Profile photo of Diah Ayuningtias

Diah Ayuningtias

Medical Laboratory Technology student at Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta III.
No, I'm not shy. No, I'm not stuck up. No, I'm not antisocial 🙂 I'm just listening. I'm just observing. I can't stand small talk. But I'll talk about life for hours. I'd rather be home with a close friend or two than among a crowd of acquaintance. Don't scold me in public. Don't embarrass me in public. Respect that I an reserved. And if I open myself up to you, know that means you're very special to me.
Profile photo of Diah Ayuningtias

Latest posts by Diah Ayuningtias (see all)


  1. “Antara Syari’ah dan Fiqh

    (a) menutup aurat itu wajib bagi lelaki dan perempuan (nash qat’i dan ini Syari’ah)
    (b) apa batasan aurat lelaki dan perempuan? (ini fiqh)

    Catatan: apakah jilbab itu wajib atau tidak, adalah pertanyaan yang keliru. Karena yang wajib adalah menutup aurat.

    Nah, masalahnya apakah paha lelaki itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Apakah rambut wanita itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Para ulama berbeda dalam menjawabnya.”

    *Nadirsyah Hosen, Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta luk.staff.ugm.ac.id/kmi/isnet/Nadirsyah/Fiqh.html

    Terdapat tiga MUSIBAH BESAR yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat’i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013 suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    JILBAB MENURUT BUYA HAMKA

    Menurut Buya HAMKA (Pendiri/Ketua MUI ke-1, Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah), yang ditentukan oleh agama adalah Pakaian yang Sopan dan menghindari ‘Tabarruj’

    Berikut adalah kutipan Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA (selengkapnya lebih jelas dan tegas dapat dibaca pada Tafsir Al-Azhar, khususnya beberapa Ayat terkait, yakni Al-Ahzab: 59 dan An-Nuur: 31):

    ‘Nabi kita Muhammad saw. Telah mengatakan kepada Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq demikian,

    “Hai Asma! Sesungguhnya Perempuan kalau sudah sampai masanya berhaidh, tidaklah dipandang dari dirinya kecuali ini. (Lalu beliau isyaratkan mukanya dan kedua telapak tangannya)!”

    Bagaimana yang lain? Tutuplah baik-baik dan hiduplah terhormat.

    Kesopanan Iman

    Sekarang timbullah pertanyaan, Tidakkah Al-Qur’an memberi petunjuk bagaimana hendaknya gunting pakaian? Apakah pakaian yang dipakai di waktu sekarang oleh perempuan Mekah itu telah menuruti petunjuk Al-Qur’an, yaitu yang hanya matanya saja kelihatan?

    Al-Qur’an tidaklah masuk sampai kepada soal detail itu, Al-Qur’an bukan buku mode!

    Al-Qur’an tidak menutup rasa keindahan (estetika) manusia dan rasa seninya.

    Islam adalah anutan manusia di Barat dan di Timur. Di Pakistan atau di Skandinavia. Bentuk dan gunting pakaian terserahlah kepada umat manusia menurut ruang dan waktunya.

    Bentuk pakaian sudah termasuk dalam ruang kebudayaan, dan kebudayaan ditentukan oleh ruang dan waktu ditambahi dengan kecerdasan.

    Sehingga kalau misalnya perempuan Indonesia, karena harus gelombang zaman, berangsur atau bercepat menukar kebaya dengan kain batiknya dengan yurk dan gaun secara Barat, sebagaimana yang telah merata sekarang ini, Islam tidaklah hendak mencampurinya.’

    MENGENAL (KEMBALI) BUYA HAMKA

    Ketua Majelis Ulama Indonesia: Buya HAMKA mui.or.id/mui/tentang-mui/ketua-mui/buya-hamka.html

    Mantan Menteri Agama H. A. Mukti Ali mengatakan, “Berdirinya MUI adalah jasa Hamka terhadap bangsa dan negara. Tanpa Buya, lembaga itu tak akan mampu berdiri.” kemenag.go.id/file/dokumen/HAMKA.pdf

    “Buya HAMKA adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA merupakan bacaan wajib.” disdik-agam.org/berita/34-berita/1545-seminar-internasional-prinsip-buya-hamka-cermin-kekayaan-minangkabau

    “orang puritan sebagai mayoritas di Muhammadiyah, Jilbab bukan sesuatu yang wajib …” KOMPAS, Senin 30 November 2009, Oleh: AHMAD NAJIB BURHANI, Peneliti LIPI academia.edu/7216467/100_Tahun_Muhammadiyah

    “… menjadi pilihan pribadi masing-masing Muslimah mengikuti salah satu pendapat jumhur ulama: memakai, atau tidak memakai jilbab.”

    nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,48516-lang,id-c,kolom-t,Polwan+Cantik+dengan+Berjilbab-.phpx

    “KH. Agus Salim, dalam Kongres Jong Islamieten Bond (JIB) tahun 1925 di Yogyakarta menyampaikan ceramah berjudul Tentang Pemakaian Kerudung dan Pemisahan Perempuan

    Tindakan itu mereka anggap sebagai ajaran Islam, padahal, menurut Salim, praktek tersebut adalah tradisi Arab dimana praktek yang sama dilakukan oleh Agama Nasrani maupun Yahudi.”

    komnasperempuan.or.id/2010/04/gerakan-perempuan-dalam-pembaruan-pemikiran-islam-di-indonesia

    ‘Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an selama hatimu bersepakat, maka apabila berselisih dalam memahaminya, maka bubarlah kamu.” (jangan sampai memperuncing perselisihannya).’ (Imam Bukhari Kitab ke-66 Bab ke-37: Bacalah oleh kalian Al-Qur’an yang dapat menyatukan hati-hati kalian).

    *bila kelak ada yang berkata atau menuduh dan fitnah Buya HAMKA: Sesat dan menyesatkan, Syiah, Liberal, JIL dan tuduhan serta fitnah keji lainnya (hanya karena ijtihad Beliau mungkin tidak sesuai dengan trend/tradisi saat ini), maka ketahuilah dan ada baiknya cukupkan wawasan terlebih dahulu, bahwa dulu Beliau sudah pernah dituduh sebagai Salafi Wahabi (yang notabene identik dengan Arab Saudi). “Teguran Suci & Jujur Terhadap Mufti Johor: Sebuah Polemik Agama” #HAMKA #MenolakLupa

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar