Aku Tidak Sendiri
Uncategorized
May 12, 2015
0

Terimakasih Tuhan, aku berada di dunia dimana semua orang saling tolong menolong

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, izinkan saya untuk tidak bosan-bosannya memberikan doa semoga semua sahabat yang membaca tulisan ini maupun yang tidak membaca diberikan kesehatan oleh Allah, dimudahkan semua urusannya, dan mendapat limpahan rahmat yang tiada terkira untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan lika liku.

Sahabat, pernahkah merasakan yang namanya kesepian? Kesepian di saat sebenarnya banyak sekali orang di sekitar kita? Namun kita merasa seperti tidak memiliki siapa-siapa yang bisa mendengar keluh kesah kita, yang tidak bisa memecahkan masalah kita, dan merasa tidak bisa memberi solusi terbaik atas apa yang sedang kita hadapi? Pernahkah?

Sahabat, pernahkah sahabat memimpin suatu organisasi dimana memiliki tim yang sebenarnya tidak banyak namun merasakan kesulitan luar biasa dalam memimpinnya? Pernahkah sahabat ketika dalam memimpin merasa sudah memberikan yang terbaik yang dimiliki namun hasilnya segitu-segitu saja? Dan pernahkah sahabat menjadi letih akibat semua hal itu sehingga semangat menjadi kendur?

Ternyata, rata-rata jawaban yang sahabat sampaikan pasti “PERNAH”. Dan mungkin sayalah orang pertama yang mengatakan “BOHONG” jika sahabat mengatakan tidak pernah. Pasti pernah, walaupun hal itu tidak sering terjadi.

Semua pertanyaan di atas, setidaknya itulah yang saya rasakan. Saya pernah merasakan semua. Entah kenapa ketika saya merasakan hal tersebut, saya menjadi manusia paling kecil, tidak berguna, dan tidak ada manfaat untuk banyak orang.

Saya selalu berusaha untuk mencari solusi sendiri atas apa yang terjadi, saya selalu berusaha untuk membuat semuanya menjadi bersahabat dengan saya. Tapi apa yang terjadi? NIHIL. Semua yang saya lakukan terasa sia-sia.

Ketika hal tersebut saya tanyakan kepada teman-teman semua bagaimana cara mengatasinya, jawaban pun beragam. Ada yang mengatasi sendiri tanpa bantuan orang lain, dan juga ada yang mengatasinya karena bantuan dari orang lain.

Setelah dipikir-pikir, manusia itu memang memiliki beberapa kemampuan dalam bersosialisasi. Ada yang sangat senang untuk bersosialisasi, ada yang mungkin tidak terlalu senang bersosialisasi, bahkan sangat mungkin ada yang tidak senang untuk bersosialisasi.

Saya tidak ingin menyalahkan posisi yang mungkin tidak terlalu senang, atau bahkan tidak senang bersosialisasi. Terutama ketika dalam menghadapi masalah. Karena semua orang memiliki cara-cara tersendiri untuk bisa menyelesaikannya.

Sahabat, hidup ini pilihan. Pilihan ingin hidup dalam kesendirian atau hidup dalam sosial bermasyarakat. Hidup dengan individualismenya, atau hidup dengan gotong royongnya. Semua itu pilihan, ketika kita memaksakan orang untuk mengikuti seperti kita akan sangat sulit, tapi jika orang tersebut ikhlas dan siap kemungkinan bisa. Tapi tetap saja, semua itu dilakukan tanpa harus dipaksa. Karena ketika pemaksaan yang terjadi, bukan kesenangan yang ada, tapi penderitaan.

Saya yakin kita semua pasti tahu bahwa manusia itu merupakan makhluk sosial yang mana tidak akan bisa hidup sendiri. Kita hidup dalam keberagaman. Terutama di Indonesia, berbagai macam orang dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda.

Makhluk sosial adalah makhluk yang dirinya saling membutuhkan orang lain. Dan tidak dapat hidup sendiri. Kodrat manusia sebenarnya adalah seperti itu. Tapi ketika ada yang memutuskan untuk tidak menjadi seperti itu, itulah pilihan.

Selalu ada dua pilihan, enak dan tidak enak. Baik dan tidak baik. Benar dan salah. Sosial dan individu. Kenikmatan setiap orang juga berbeda dalam menjalani kehidupannya. Biarkan orang memilih jalurnya masing-masing.

Gaes, saya yakin sekali dalam hidup kita pasti tidak pernah yang namanya tidak mendapat masalah. Masalah tersebut mungkin bisa kita selesaikan sendiri, dan kita puas ketika masalah itu tidak ada lagi. Namun bagaimana jika masalah tersebut tidak bisa selesaikan?

Bagi orang yang lebih senang dan terbiasa bersosialisasi dengan orang lain, bertemu dengan orang baru akan sangat menyenangkan. Tapi bagi orang yang tidak senang dan terbiasa hidup sendiri bertemu dengan orang baru mungkin akan terasa aneh dan membosankan, apalagi ketika kita tidak sepaham dengannya. Hal itu adalah hal biasa dan pasti sering terlihat.

Begitulah yang terjadi dengan saya. Belum lama ini saya benar-benar dalam keadaan yang terpuruk menurut saya. Saya sedih. Namun ketika saya memberitahukan kepada sahabat-sahabat hebat yang saya miliki masalah saya apa, mereka benar-benar membantu secara tulus.

Perlu diingat, orang yang sedang terpuruk atau dalam keadaan jatuh, akan sangat senang ketika ada orang lain yang membantu sekalipun itu hanya mendengarkan keluh kesahnya saja. Apalagi jika memberikan masukan yang sangat berguna.

Maka dari itu, ketika kita melihat ada orang lain yang sekiranya membutuhkan bantuan, jangan sombong tidak mau memberi bantuan. Karena siapa yang tahu ke depan apakah kita membutuhkan bantuan orang lain atau tidak. Tapi yang pasti dan yang saya yakini adalah sehebat-hebatnya orang tidak mungkin tidak pernah tidak membutuhkan bantuan orang lain.

Manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain

Segala sesuatu membutuhkan orang lain. Hormati mereka, hargai mereka, hidup senang.

Profile photo of Radityo Fajar Priambodo
Profile photo of Radityo Fajar Priambodo

Latest posts by Radityo Fajar Priambodo (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar