Aku Selalu Mengira Masih Banyak Waktu

“Perasaan baru aja hari jum’at kok udah jum’at lagi ya?”
“Perasaan baru aja ngumpulin tugas,kok udah dapet tugas lagi?”
“Perasaan baru aja pulang ke rumah eh udah berangkat lagi”
“perasaan baru aja…”
“Perasaan…..”

Perasaan dan terus perasaan yang setiap hari muncul dalam benak kita, baru begini kok udah begitu lagi baru begitu kok udah begini lagi. Sering gak sih seperti itu ? saya yakin sebagian besar orang berfikir yang sama, namun apakah hal tersebut hanya sekedar perasaan atau kenyataan?

Ternyata.. itu adalah kenyataan yang sering kita jadikan hanya perasaan. Rupanya waktu yang sering kita sepelekan ini terbukti sangat berharga, pantas saja jika ada pepatah yang mengatakan
“time is money”.

Memang sulit menganggap waktu itu sangat berharga kecuali ketika kita sudah merasakan bagaimana segala pekerjaan seperti dikejar-kejar oleh waktu. Berdasarkan pengalaman pribadi saya pun mengalami hal tersebut mengira dan selalu mengira bahwa masih banyak waktu padahal kenyataan nya selalu dihantui oleh waktu yang seolah-olah berjalan bukan satu menit sama dengan 60 detik.

Simpel nya, ketika mendapatkan tugas di hari senin rasanya saya ingin bersantai sejenak dan menganggap masih banyak waktu hingga akhirnya saya kerjakan tugas tersebut satu hari sebelum hari pengumpulan tugas. Lalu apa yang terjadi? Saya benar-benar merasa sulit dan seakan waktu menghimpit tubuh untuk memaksa mengerjakan tugas tersebut hasilnya pun tidak sempurna dan banyak hal yang dikorbankan seperti waktu tidur, kesehatan tubuh, asupan makan yang tidak teratur dan masih banyak lagi. Padahal andai saja saya kerjakan tugas tersebut di jauh-jauh hari tentu saya tidak harus mengorbankan waktu tidur itu.

Bagaimana dengan kamu ?

Mungkin, cerita saya diatas hanya segelintir pengalaman yang hampir semua orang pernah rasakan. Dan berdasarkan pengalaman-pengalaman seperti itu banyak orang yang telah merubah pola hidupnya, tentu untuk lebih disiplin waktu dan tidak membiarkan ada satu waktu kosong yang tidak digunakan untuk sekedar menyicil tugas. Saya pun melakukan hal tersebut, banyak manfaat yang didapatkan ternyata setelah saya berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang ada.

Lalu permasalahan nya sekarang adalah…

Mengapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk disiplin waktu dalam beribadah?

Coba renungkan sejenak, 7 hari dalam satu minggu kita selalu sibuk mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya duniawi bahkan rela untuk begadang, pergi pagi pulang malam demi terselesaikan nya tugas dunia ini. Lantas bagaimana dengan Allah?

Kita sibuk berjalan di muka bumi ini sedangkan waktu untuk beribadah kepada Sang Pencipta bumi ini sendiri kita tidak memilikinya. Naudzubillah..

Sekalipun ada waktu seringkali kita berikan sisa-sisa waktu yang ada untuk mengingatNya. Sungguh, manusia sering salah pengertian dan ini yang perlu diperbaiki.

Mengira selalu masih ada waktu untuk beribadah khususnya dan selalu mengira masih ada waktu untuk bertaubat. Menganggap masa muda adalah waktu yang seharusnya disibukkan dengan meraih prestasi sebanyak-banyak nya sementara waktu untuk bertaubat kepada-Nya disisakan di masa tua. Jikalau sampai lah usia ini sampai tua, bagaimana kalau tidak kawan?
Yang terjadi hanyalah penyesalan…

“Kesalahan terbesarku adalah mengira bahwa aku masih punya banyak waktu, begitu kata sahabat saya… karena kematian lebih cepat datangnya dari semua angan yang kita miliki” (ustad Aan Chandra Thalib)

Semoga bisa menjadi bahan renungan teruntuk kamu dan saya sendiri.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.

Profile photo of Saskia Ratry Arsiwie
Profile photo of Saskia Ratry Arsiwie

Latest posts by Saskia Ratry Arsiwie (see all)


  1. Waktu berlalu begitu saja tanpa memberikan makna. Karena seharusnya masa lalu menjadi pembelajaran, bukan alasan

    Keep fight for #30DWC sask! 😀

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar