Aku, apakah akan melupakanmu?
Uncategorized
March 9, 2015
0

Setiap orang, tentu pernah merasakan hal terlelah dalam menjalani hidupnya
Dan seketika, seakan hidup terasa sepi begitu saja
Kemudian nostalgia bercerita mengenai perjuangan yang telah dilaluinya
Kapan ia terlahir, hingga sekarang telah mampu tuk beridiri di atas kaki sendiri

Mungkin saat itu, ia akan mengenang orang-orang terbaik dalam hidupnya
Orangtuanya: yang berjuang mati-matian untuk kehidupannya
Gurunya: yang tulus murni mengajari berbagai ilmu untuknya
Sahabatnya: yang sejak kecil menjadi saksi hidupnya

Namun, sedihnya ketika manusia telah mengenal sebuah cita-cita
Konsekuensinya? ia akan banyak meluangkan waktu untuk mengejarnya
Terpahitnya adalah ia harus memfokuskan diri hanya untuk menggapainya
Perlahan tak ada waktu lagi untuk orang-orang yang mencintainya, kemudian melupakan mereka; begitu saja

Hal terburuknya adalah ia akan melupakan hubungan dengan Tuhan-nya….
Jika saja yang ia cita-citakan, ujungnya hanya untuk kesenangan dunia semata
Ambisi nafsu pun membutakan mata
Dan selalu menyisakan luka dalam setiap langkah

Lalu? Hati jua-kan gundah gulana; resah dada tiada tara
Bisa jadi saat itulah telah tiba titik jenuh kehidupan manusia
Dimana ia membutuhkan walau secercah sinar yang terbit di dasar dada
Jika dalam pepatah “habis gelap terbitlah terang”
Tentu, semua orang rindu akan ketenangan – kedamaian
Yang memeluk hatinya, mengumpulkannya bersama shalihin-shalihat.. kapan dan dimanapun berada…


“Apapun kesibukan kita, berusahalah untuk tetap menyapa orang-orang yang telah berjasa akan kesuksesan kita sekarang”

“Sholehnya pribadi seseorang, akan dikatakan lengkap jika ia telah mampu untuk mensholehkan orang-orang disekitarnya”
—-

Jakarta Selatan, 16 Februari 2015 – 19.17 WIB

Profile photo of Albarra Eresmair
Profile photo of Albarra Eresmair

Latest posts by Albarra Eresmair (see all)


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar